Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Djarot 'Tegaskan' Lagi Kepada Kaum Sumbu Pendek, Tamasya Al-Maidah Bertepatan Di Hari Pemilihan, Rencana Terkahir KSP?


Dailytopic - sering sekali para kaum sumbu pendek masuk kedalam celah-celah Pilkada dengan kepintaran mereka yang luar binasa, Ralat.. Biasa hehe. sebab kepintaran nya maksuda dari politis mereka selalu berlindung di balik agama. Orang-orang yang payah/bodoh(maaf) pun juga ikut-ikutan mereka. parahnya mereka berani nya unjuk narsis dengan siasat politisasi agama yang mereka gabung sedemikian rupa.

Beberapa hari yang lalu, KSP menjatuhkan harga diri mereka kembali yang membuat semakin jatuh harga dirinya. Di saat perayaan Haul Presiden kedua RI Soeharto di Masjid At-Tin, Mereka sukses menurunkan gaungnya yang katanya 'Lebih islami' dengan cara meneriaki, mengusir, disebut-sebut kafir, babi, munafik, HuUuUuU, No 3, dll ke Pak Djarot yang baru saja baru hadir di acara itu. Berperilaku kasar sambil memakai pakaian khas islam ditambah sedang berdiri di masjid yang suci, hal ini tentu telah menggambarkan keburukan KSP yang paling parah. Terserah kalian mau diapakan mereka suapaya bisa kembali sadar dan normal kembali.

Pada saat itu Pak Djarot juga memberikan tanggapan untuk para KSP di Masjid At-Tin, Djarot bukan kaum sumbu pendek. Di perlakukan layaknya penjahat oleh mereka tidak membuat Djarot Saiful Hidayat goyah atau terpancing emosinya. Justru sebaliknya, reaksi indah diperlihatkan oleh Djarot. Senyumnya dan posisi tubuh yang ramah itu adalah sebuah serangan indah namun suci yang cocok untuk para KSP pada waktu itu. Bisa dibilang beliau membalas mereka dengan sangat manusiawi mereka yang sedang bersikap dan berperilaku seperti Binatang (maaf). Karena serangan kata-kata kotor dipadu dengan emosi tertinggi mereka yang dilakukan berjamaah di masjid, tidaklah pantas dilakukan oleh manusia siapapun. Agen Bandarq

Baca Juga :
→ Coba Lihat Apa Maksud Spanduk Ini, Pulang Nyoblos Meninggal?, Dari Siapa Lagi Kalau Bukan Kampanye No Urut 3

"Padahal saya diundah, kan maksud dan tujuannya baik. Di masjid loh ini. Tujuannya itu shalawat dan dzikir nasional untuk keselamatan dan kedamaian negeri. Kok perilakun mereka seperti itu. Ya masuk seperti biasa aja gapapa. Biar aja," Ucap Djarot.

Sudah jadi tontonan publik kalau para KSP itu sering memberi stempel munafik, kafir, dsb kepada orang yang tidak selaras dengannya. Hal tersebut akan menjadikan media sosial dan dunia nyata jadi rawan bagi orang-orang yang mendukung Ahok yang dimuat dalam spanduk-spanduk yang mengandung provokatif tersebut di segala tempat.

Baru ini sudah beredar program ajakan untuk mengikuti 'Tamasya Al-Maidah'. Program ini memiliki tujuan untuk menegakan Al-Maidah 51 di TPS-TPS di DKI Jakarta pada waktu bertepatan hari pencoblosan 19 April nanti. aneh rasanya kalau ada yang mengatakan maksud dari program tamsya tersebut bukan untuk menjegal Ahok, Coba saja lihat poster di bawah ini, dan nilai sendiri keismpulannya.


Program ini sudah sangat jelas merupakan agenda kerokan dari KSP untuk mengalihkan suara Ahok di hari pencoblosan. mereka pasti akan mengintimidasi Pemilih sebelum mencoblos di bilik suara. Aturan main yanng tertera di poster bisa menjadikan alasan kenapa demikian. Kalau sudah seperti ini, Si pemilih di jakarta ini harus memperkuat iman dan hati nurani mereka agar tidak tergoda bahkan terbujuk oleh program tamasya yang bisa dikatakan adalah cara kotor terkahir sebelum melihat Ahok menag. Bandarq Online

Pak Dajrot pun heran dengan program tersebut, "kemarin pas saya di lapangan, saya diberitahukan oleh mediam ada 'Tamasya Al-Maidah', opo maneh iki? Seluruh warga diminta datang ke jakarta untuk mengawal masing-masing TPS, ngapain?" Ujar Djarot, Dalam acara peluncuran Tim Reaksi cepat Bhinneka Tunggal Ika Basuki-Djarot, di jalan Talang Nomor 3, Menteng m Jakarta Pusat, Sabtu (18/3/2017).

Baca Juga :
→ Telah Hadir! OK-OTRIP, "Angkot Ber-Card Reader" Program Terbaru Sandiaga Uno Yang Selesaikan Masalah dengan masalah

Menurut Djarot, sudah banyak pihak yang menjadi saksi dan mengawai pelaksanaan pilkada di setiap TPS. Saksi itu berasal dari saksi tiap pasangan calon, petugas kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS), personel TNI/Polri, dan saksi dari pemerintah.

"Saksinya sudah bnayak, tidak perlu undang warga seluruh indonesia. apalagi pakai (alasan menegakkan) Al-Maidah . Ketawa sendiri saya lucu,"tambah Djarot.

mungkin yang dikatakan Pak Djarot sudah benar, KSP ini hanya beralasan ana-ini-anu-ano-ane untuk mengalahkan Ahok semata. Tamasya Al-Maidah tidak lain merupakan cara yang TERKHIR! dari KSP (Kaum Sumbu Pendek) untuk mempengaruhi pemilih di DKI Jakarta agar memikih paslon no URUT 3 ANIES-SANDI. kalian yang waras seharusnya mensyukuri hal ini. Harapnya kekerdilan KSP dalam berpikir dan betindak berhenti sampai disitu. Namun tetap saja tidak bisa dipungkiri. Situs Bandarq

Salam Topic!

Sumber : Seword.com
Previous
Next Post »
Comments
nama 0 Comments