Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Kampanye Putaran Kedua Ini, Ahok Akan Menggunakan Jurus Pamungkasnya Yang Telah Diwarisi Oleh Orang Tuanya


Dailytopic - Banyak yang bertanya-tanya baik dari publik maupun dari media, kenapa Pak Basuki Tjahaja Purnama pada di putaran kedua ini terlalu "sunyi" kampanyenya? justru, Sandiaga Uno bergurau ringan tanpa ada dosa 'mungkin ngajak para pengusaha ketemuan'. Namun Ahok tetap diam dalam sunyinya kampanye di putaran kedua ini. Ia sama sekali tidak menghiraukan berbagai macam ledekan Sandiaga Uno yang sebetulnya itu berbalik ke dirinya sendiri.

Pasti kalian bertanya-tanya apa rencana Ahok di kampanye putaran kedua ini? Mengapa beliau begitu sunyi dari pemberitaan para media? padahal, saat seperti ini lah media adalah utamanya. Media merupakan upaya untuk membentuk kepercayaan publik, Akan tetapi yang Ahok lakukan malah menunjukkan yang sebaliknya.

Apa Pak Ahok sudah pasrah untuk kalah dalam pilkada ini???, Seorang penulis buku yang menjadi terkenal yang berjudul "A Man Called Ahok" Rudi Valinka Alias pemilik akun @kurawa, menyebutkan satu rahasia dari rencana Ahok di putaran kedua kini, rencana tersebut memang bisa dibilang tidak terkirakan sepanjang pesta demokrasi negeri ini. Mengapa?

Jurus pamungkas yang beliau keluarkan di pilkada DKI putaran kedua ini adalah nasihat yang selalu diajarkan Ahok oleh orang tuanya. Nasehat tersebut rada aneh dalam pandangan tradisi politik yang mapan, nasehat yang diberikan Ahok dari orang tuanya, bisa dibilang sulit dijalani bagi Anies-Sandi.

Sejak Pak Ahok masih kecil, beliau sudah diajarkan orang tua nya untuk membiasakan mengunjungi orang-orang yang sakit maupun yang sedang kesusahan. Mengapa demikian? Ayah Ahok berkata kepadanya bahwa doa mereka manjur. Hingga, Ahok masih bisa berdiri tegak sampai sekarang ini, tetap teguh pada pendiriannya, semakin diguncang semakin tekenal, itu semua merupakan sebuah tabungan doa yang duli dia kumpulkan. Bandarq Online

Baca Juga :
→ Djarot 'Tegaskan' Lagi Kepada Kaum Sumbu Pendek, Tamasya Al-Maidah Bertepatan Di Hari Pemilihan, Rencana Terkahir KSP?

Saat di putaran kedua ini, rencana inilah yang akan Ahok pakai. Jurus yang sudah diturunkan ke Ahok oleh kedua orang tuanya, yaitu mengunjungi warga DKI Jakarta yang sedang sakit maupun kesusahan, Maka dari itu mengapa rencana ini sangat minim dari pemberitaan sebab Ahok ingin suasana yang lebih tenang dan damai tanpa ribut nya awak-awak media yang meliputi nya.

Berkeliling ke rumah-rumah warga. Carinya orang yang sedang sakit dan kesusahan. Diperlakukan layaknya seperti keluarga sendiri. Empatinya sudah terbentuk dari dulu ia kecil. Ketulusannya dari air mukanya. Ia tidak dapat menyembunyikan kepeduliannya yang besar pada warganya.

Salah satu foto ini, Pak Ahok mengunjungi bapak ini yang sedang sakit. Coba kalian lihat posisi Ahok dan bapak ini. Beliau tidak dapat sembunyikan rasa simpatinya yang besar. Apalagi beliau tidak pernah mengatakan, "pak Anies sudah menjenguk belum?" ketulusan tidak akan pernah bisa menjatuhkan orang lain. Ketulusan itu adalah perbuatan tanpa balasan.


Ahok terus menerus blusukan memasuki gang-gang yang sempit tanpa salah satupun sorotan para wartawan. Lalu ditemuinya orang-orang tua yang tidak mampu lagi untuk berjalan. Diberikan lah kursi roda. Sungguh senangnya warga yang sakit ini disaat seorang pelayan rakyat menyambangi mereka. Mendengar keluh kesah mereka. memperlakukan mereka dengan kasih yang sangat tulus, Dan berusaha meringankan beban yang mereka pangku.


Ketulusannya ini dianggap hina oleh banyak orang yang 'ngakunya' paling beragama. Saat (Almarhumah) Nenek Hindun mendapat kursi roda dari Ahok, lantas ia dituduh pendukung si penista. Saat nenek Hindun meninggal, mereka pun tidak sudi untuk menshalatkannya. Orang-orang itu sudah tidak ada akal dan hati nuraninya. Demi Pilkada sesaat, bisa-bisanya mreka memutus hubungan yang sudah terjalin selama berpuluh-puluh tahun.



Mereka tidak rela orang yang sudah sulit dibantu dan mendapat sebuah kebahagiaan di hari dari akhir kehidupannya. Lebih baik orang itu menderita asalkan jangan memilih penista. Beginilah Pilkada sangat menyesatkan dalam sejarah demokrasi negeri kita.

Selain Pak Ahok membesuk orang yang sakit dan kesusahan, Ia juga sempat-sempatnya melihat langsung beberapa rumah warga yang memprihatinkan. Nah, dari sinilah sebuah cerita unik soal masa dengan jakarta yang lebih cerah berawal. Situs Bandarq

Ahok sudah melihat beberapa warganya yang mempunyai tempat tinggal yang sudah tidak layak huni. Seperti atapnya sudah bocor, tembok nya sudah rusak,intinya sudah sangat parh kondisinya. Dari sanalah beliau memikirkan untuk menciptakan satu pasukan baru lagi untuk warga DKI Jakarta yaitu Pasukan Merah.


Ahok berjanji jika dirinya kembali terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia akan membentuk Kelompok pasukan Merah yang memiliki sistem kerjanya untuk memperbaiki rumah-rumah yang sudah tidak layak dihuni.

Dengan ide tersebut, Sebenarnya menepis kerusuhan dari lapak sebelah yang meneror para warga bahwa Ahok akan menggusur ratusan pemukiman. Ahok bukannya menggusur, tetapi merelokasi orang-orang yang tinggal di bantaran sungai. Untuk orang-orang yang tidak di bantaran sungai, Disinilah Pasukan Merah akan mengurus rumah mereka. Agen Bandarq

Baca Juga :
→ Coba Lihat Apa Maksud Spanduk Ini, Pulang Nyoblos Meninggal?, Dari Siapa Lagi Kalau Bukan Kampanye No Urut 3

Dari semua artikel di atas ini, apa yang akan Pak Ahok dapat? Tentunya bukanlah berita media yang mampu menaikkan elektabilitasnya. Namun yang beliau dapatkan merupakan "DOA". Doa dari orang-orang yang sedang sakit dan kesusahan. Bukanlah doa orang-orang itu lebih manjur?

Apa yang Pak Ahok lakukan ini tidak akan pernah bisa ditiru oleh pasangan lawannya, mengapa demikian? Karena yang Ahok lakukan memang benar-benar tulus. Dimana ketulusan tidak mustahil dilakukan oleh mereka yang tengah mengeluh masalah dana kampanye.

Sumber : Seword.com

Previous
Next Post »
Comments
nama 1 Comments

1 komentar:

Write komentar
20 Maret 2017 03.39 delete Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
avatar