Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Perbedaan Kelas Antara Ahok VS Anies, Isu SARA dan Aksi Demo 313


Dailytopic - Apa perbedaan nya antara Ahok dan Anies? Kalau diibaratkan sedang di arena MMA, Ahok itu sudah kelas berat sedangkan Anies itu baru kelas ringan. Jadi pengalaman antara Ahok dan Anies sangatlah jauh.

Sebenarnya Ahok itu bukanlah lawan yang cocok untuk Anies Baswedan. Keduanya kontras atau berbeda jauh baik itu dari segi kualitas, kapasitas, kapabilitas ataupun rekam jejak. Ahok orangnya praktis, orientasi kerja dan punya target nyata. Sementara Anies, orangnya teroris, santai dn berorientasi seni dan abstrak.

Dari bukti-bukti Track Record, kemampuan manajerial dan etos kerja, Ahok jauh lebih baik dari Anies. Perbedaan itu sangat tidak seimbang, jadi berat sebelah, keunggulan Ahok jauh sangat tinggi dan keunggulan Anies jauh makin rendah. Beberapa contoh terobosan mereka berdua saat menjadi penjabat.

Saat Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta, beliau langsung merevolusi mental birokrat DKI. Mereka yang bagus diangkat jadi lurah,camat ataupun kepala dinas. Antara mereka yang malas, korup, pungli, langsung dipecat. Semua pejabat harus kerja keras untuk melayani masyarakat Jakarta, Sementara Anies, tidak mempunyai sebuah terobosan di Kementerian Pendidikan. Justru Anies jadi memprovokasi orang tua untuk bolos kerja satu hari, agar bisa mengantar anaknya pada hari pertama sekolah.

Dari segi pengelolaan anggaran, Pak Ahok sudah menerapkan e-budgeting dan bertarung sekuat tenaga dan habis-habisan dengan DPRD DKI menyelamatkan uang dana APBD DKI Jakarta. Selama itu kementerian yang dipimpin oleh Anies Baswedan, terjadi salah hitung anggaran sebesar Rp 23.3 Triliun rupiah secara masif dan terstruktur. Jika Ahok memang pintar dan cerdas mencari duit lewat CSR (corporate social responbility) dari beberapa perusahaan, Anies malah sebaliknya, Ia hanya cuman paham cara menghabiskan anggaran pameran buku di Jerman Rp 146 miliar pada tahun 2015 lalu. Agen Bandarq

Baca Juga :
→ Masih Tidak Percaya Bahwa Ahok-Djarot Cinta Dan Memuliakan umat Islam? Lihat Program Yang Sudah Dan Segera Dilaksanakan

Dari program dan visi membangun Jakarta ke depan, terlihat adanya perbedaan menyolok antara Ahk dan Anies. Ahok akan terus memperlebar, mengeruk dan terus menata sungai untuk mengatasi bencana banjir. Pak Ahok sama sekali tidak segan merelokasi penghuni rumah di bantaran sungai ke rumah susun. Sementara Anies tidak mengenal relokasi. Anies Basewdan sudah berjanji tidak ada penggusuran dan akan melukis rumah-rumah di bantaran sungai agar lebih berseni. Sementara manusia di bnataran sungai, akan dimanusiakan dengan cara pemberdayaan.

Kalau Ahok menggenjot etos kerja pejabat dengan reward dan punishment, Anies terbalik, Ia lebih pada metode pendekatan hati ke hati. Anies lebih mengutamakan musyawarah, mengatakan warga bicara dan membangun terus kesadaran warga, Untuk merespon cepat masalah warga, Ahok dengan tepat mengatasinya degan membentuk berbagai pasukan.

Sementara itu Anies tinggal fotocopy ide jitu itu dengan menambahkan plusnya. jadi pada program Anies ada yang namanya pasukan orange plus, pasukan biru plus, kuning plus, merah plus, hijau plus dan lain-lain. Demikian juga tentang kartu. Anies tinggal menambahkan plus di belakangnya. Jadi kelas ada KJP plus, KJS plus dan seterusnya.

Dari beberapa contoh di atas, maka terlihat jelas perbedaan kelas antara Pak Ahok dan Pak Anies, perbedaan kelas itulah yang selanjutnya memicu SARA di pilkada DKI Jakarta kini. SARA diyakini oleh lawan Ahok sebagai senjata ampuh untuk menjegal Ahok kembali ke kursi DKI satu, Orang-orang yang mendukung Anies dan mereka yang tidak suka Ahok akhirnya nekat menggunakan ayat, menggunakan spansuk-spanduk, fitnah dan isu SARA untuk melawan atau menjatuhkan Ahok. Bandarq Online

Politik juga terpaksa dibalut dengan agama. Dan itu sebenarnya menunjukkan dan membuktikan bahwa para lawan Ahok berkompetisi secara tidak baik dan sehat pada Pilakda DKI sekarang ini. Mereka sudah tidak memakai nalar mereka lagi, tidak waras, tidak logis dalam berkompetisi, tidak heran jika pilkada kali ini ada pertarungan brutal antara pendukung masing-masing pasangan.

Isu SARA, Spanduk-spanduk, fitnah, demo-demo yang sudah dilakukan oleh lawan-lawan Ahok itu adalah suatu bentuk keputusasaan/setres, luar biasa. Munculnya tafsir-tafsiran, ajaran-ajaran dan tradisi agama ke permukaan merupakan tujuan untuk menyerah dan menjegal Ahok. Karena jelas Ahok akan kalah di bidang itu sebab agama Ahok berbeda.

Dari segi politik, sosial, ekonomi dan bahkan budaya sekalipun Ahok tetap unggul. Maka satu-satunya alat yang dipakai adalah agama. Agama akhirnya terpaksa digunakan. Dan itu adalah bentuk keputusasaan secara politik dari lawan-lawan Ahok, Artinya yaitu tidak ada lagi yang bisa dikerjakan, tidak ada lagi senjata yang bisa diapakai. Jadi hanya agama satu-satunya yang tersisa yang dibumbui dengan demo-demo.


Rencana demo FUI 313 hari jumat mendatang, adalah wujud frustasinya lawan Ahok. Ketika Ahok semakin di atas angin, lawan-lawannya semakin putus asa. Mereka sudah stress karena tidak menemukan jalan selain kembali demo untuk menjegal Ahok, Mereka semakin ketakutan jika Ahok akhirnya kembali menjadi gubernur.

Namun demo 313 itu tidak perlu ditakuti. Karena demo 313 itu ibarat singa tidak mempunyai gigi yang mengaum. Gaungnya besar namun tidak bisa menggigit lagi. Tuntun demo 313 kepada Presiden Jokowi agar Ahok diberhentikan dari jepatan kursi gubernur DKI, sudah jelas tidak digubris oleh Presiden. Jelas Jokowi, dan Kapolri Tito idak akan tunduk pada nafsu besar pendemo. Masyarakat pun sudah tidak lagi acuh pada isi tuntutan demo 313 itu.

Baca Juga :
→ Ahok Berdialog Dengan Warga Di Depan Spanduk Anies-Sandi, Ahok "Tebas" Anies-Sandi Dengan Indah

Jadi ketika Ahok dan beda kelas dengan Anies, maka lawan Ahok terpaksa membungkus politik dengan agama. Mereka kibarkan isu SARA, spanduk-spanduk dan memfitnah terus menerus Ahok, Mengapa demikian? Karena hanya dengan cara itulah mereka bisa mengalahkan Aho. Situs Bandarq

Jika pada Pilkada DKI kali ini sedang terjadi ketidakadilan, ketidak-fair-an, ketidakjujuran, manipulasi, kemunafikan dan kebohongan besar, itu karena efek inferior atau kalah kelasnya Anies dari Ahok, Begitulah penjelasannya. Salam Topic!

Sumber : Seword.com

Previous
Next Post »
Comments
nama 0 Comments