Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Pilkada DKI Kali Ini Sungguh Bermasalah, Pilihannya Antara Ahok dan "Bukan Ahok"


Dailytopic - Jika bertanya kepada kaum bumi datar kenapa mereka tidak ingin mmeilih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, maka jawaban yang terucap di mulut mereka sudah jelas karena Ahok Non-Muslim. Karena Ahok bukan pilihan maka pilihannya hanya Anies. Kalau bertanya pada warga-warga kecil yang tidak tahu agama bahwa sudah di politisasi jadi jawabannya akan tetap sama, Ahok non-muslim. Dan pilihannya hanyalah Anies.

Bila bertanya pada orang-orang yang telah diancam jenazah keluarganya tidak akan diurus saat Pilkada jadi kemungkinan besar jawabnya adalah bukan Ahok. Mereka menjadi gelisah dan takut apabila keluarga mereka tidak akan bisa dikubur dengan baik. maka pilihan terakhir siapa? Anies.

Saat bertanya pada kaum yang lahan basahnya sudah kering, saat pemilihan di Pilkada nanti sudah sangat jelas jawabannya bukan Ahok. Karena Ahok lah yang mengeringkan lahan mereka. Dan jika Ahok pergi mungkin mereka lahan mereka bisa disegarkan kembali. Maka jika bukan Ahok siapa lagi? sudah pasti Anies. Agen Bandarq

Ahok Melawan Bukan Ahok

Tragedi itulah yang menimpa Kota DKI Jakarta saat ini. Pilihannya antara bukan Ahok-Djarot ataupun Anies-Sandi, melainkan antara Ahok atau bukan Ahok. Hal tersebut sangat membuat masyarakat terasa. Pak Ahok akan dipilih karena memang sudah terbukti. Namun Ahok tidak akan dipilih dikarenakan non-muslim, sedangkan Anies akan dipilih sebab... selain Ahok pilihannya cuman satu yaitu Anies, Kalau tidak ingin Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta maka akan memilih Anies.

Baca Juga : 
→ Akhirnya Ahok Didukung Partai Demokrat, Haji Lulung Dipecat Dari Partai, Partai Gerinda Sudah Mulai Goyah

Hal ini benar-benar parah, Pilkada seperti apa ini yang sangat berhubungan SARA. Pihak KPU ada diamana? KPU ini antara membiarkan atau memang tidak mapu mengurus Pilkada Jakarta kali ini. Mau menghindar bagaimanapun, kondisi Pilkada Jakarta sudah seperti perang agama. Memilih Ahok dituduh seorang kafir. Mayat pendukung Pak Ahok tidak akan diurus. Ini Pilkada DKI atau sedang ajang sok suci??

Mari perhatikan terlebih dhaulu gerakan para kaum bumi datar. Mereka selalu berseru untuk tidak memilih Ahok, Mereka tidak tak berseru agar memilih Anies. Lihat saja Spaduk-Spanduk mereka yang mengandung Provoaktif, tidak ada sama sekali nama Anies yang terpangpang di spanduk. Namun harus diingat bahwa jika mereka tidak ingin Ahok kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta, pilihan mereka satu-satunya hanyalah Anies.

Ini sudah menunjukkan memang Pilkada Jakarta saat ini merupakan pertarungan antara Ahok dan Bukan Ahok. Anies hanyalah orang bisa dibilang kebetulan bersaing dengan Ahok. Coba Calon Gubernur yang melawan Ahok orang lain. Coba dibanyangkan saja dulu. Pasti akan tetap sama jawabannya. Kaum bumi datar pasti berseru jangan memilih Ahok, Cagub sebelah ketiban kelapa sawit. Bandarq Online

Benar-benar sangat ironis Pilkada DKI Jakarta Tahun ini sangat berbau SARA. Dunia Internasional pasti akan selalu memperhatikan persoalan ini, dan apalagi persoalan agama sudah disangkut pautkan ke dalam Pilkada ini. Mau ditaruh dimana wajah Indonesia ini jika negara kita jadi dikenal sebagai negara yang tidak ramah pada keberagaman agama?

Jakarta ini salah Ibukota loh, mencerminkan satu Indonesia. Kalau Ibukotanya saja seperti ini pasti nanti di daerah lain akan ikut-ikutan. seperti seorang ibu yang mengarkan anak nya hal tidak baik, maka anaknya pun pasti akan ikut-ikutan. Jangan sampai sentimen non-muslim menyebar danmembuat Pilkada kita penuh dengan bau SARA, Pihak KPU pun memberikan kesan hanya diam saja saat melihat hal ini. Bukankah sudah tugas mereka menyelenggarakan pemilu yang bersih, jujur, adil, dan transparan?

Baca Juga :
→ Sudah Kedua Kali Nya Sandiaga Menuduh Ahok Bertemu Pengusaha, Namun Justru Dirinya Sendiri Yang Bertemu 12 Pengusaha Besar

Mengapa bisa-bisa nya satu calon dierang oleh SARA secara terus menerus dan tiada hentinya hingga sampai-sampai Jenazah pun dilibatkannya? Mengapa KPU DKI Jakarta tidak turun tangan untuk mengatasi masalah ini? Mengapa SARA bisa tersebar sampai kemana-mana tak terkendalikan? Tidak mungkin ini suatu tindakan yang langsung, sudah pasti ada yang sudah mengatir itu semua. Penyebaran tersebut luas dan cepat.

Melihat situasi Jakarta yang kini sudah parah membuat kita berpikir. Apakah mereka memilih Gubernur atau memilih agama. Kertas suara pun seoalh-olah bertulisankan non-muslim dan muslim, coblos salah satu. yang seharunya pemilihan Gubernur malah menjadi Pemilihan Muslim dan non Muslim. Prestasi tidak dikaitkan lagi disini, yang terpenting agamanya. Situs Bandarq

Pilkada pun sudah tidak lagi ajang adu gagasan. Kini Pilkada DKI sudah menjadi ajang adu agama. Pikiran logika pun sudah banyak yang hilang, Ahok yang jelas-jelas sangat berprestasi, berkualitas tidak akan dipilih hanya cuman non-muslim. Lihat saja Gubernur Jawa Barat Aher. Dirinya muslim sejati. Dia Cuti, sekali lagi CUTI hanya demi bisa menjadi guru kampanye pasangan no urut 3 Anies.

Seorang Gubernur, rela CUTI demi Pilkada di daerah lain. Sedangkan di Jawa Barat sedang mengalami musibah Banjir. Sekarang coba ditanya lagi. Apakah seorang pemimpin muslim menjamin pemimpin yang baik? namanya berpikir itu memang harus menggunakan Logika, bukan hanya dari hati.

Sudah banyak sekali hal yang aneh-aneh di Pilkada tahun ini, kita semua hanya bisa berharap saat hari pemilihan sudah tiba semuanya akan berjalan dengan baik dan aman. Salam Topic!

Sumber : Seword.com

Previous
Next Post »
Comments
nama 0 Comments