Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Sebelumnya Anies Berjanji Kampanye Memberikan Dana Tiap RW 3 Miliar, Dilaporkan Bawaslu, Anies Meyangkal (Lagi)


Dailytopic - Seperti kata pepatah, 'lempar batu sembunyi tangan' itulah sebuah pepatah yang mungkin cocok untuk paslon no urut 3 yaitu Anies Baswedan, begitu melempar batu kemudian tanganya disembunyikan.

Setelah Anies dengan lahan negara yang pernah ia wacanakan dan tidak terbukti sedikit pun keberadaanya. Sekarang sesudah membuat janji (lagi) mengenai wacananya untuk memberikan dana Rp 1 sampai Rp 3 miliar untuk tiap RW(Rukun Warga) Anies kembali menyangkal.

Setelah ia dilaporkan ke Bawaslu Anies kembali menack-mencak, dibantahnya dan menyangkal.

Anies Baswedan menolak anggapan bahwa program yang berisi bantuan dana Rp 1 miliar untuk setiap RW yang akan diadopsi dari program pasangan Agus-Sylvi murni sebagai politik uang.

Menurut Anies, Pernyataan saat di Utan kayu, Jakarta Timur, bukan kampanye, Terlebih, dia mengklaim tidak pernah menjanjikan uang dalam nominal tertentu. Agen Bandarq

"Teman-teman lihat saya tidak lagi berkampanye, tidak lagi menawarkan," ucap Anies di Masjid Al-Mughni, Jakarta. Jumat (10/3). (sumber)

Baca Juga :
Nah Loh.. Sandiaga Uno Dapat Panggilan Dari Polsek Tanah Abang Persoalan "Cewek-Cewek",  Ada Apa ya?

Nanti kalau misalkan jadi gubernur apakah akan seperti itu? selalu menyangkal semuanya kembali? kami berharap jangan ya Pak, Pertaruahn warga Jakarta ada di pundak bapak kalau terpilih jadi gubernur..

Anies pun menilai pelaporan atas ucapannya ke Bawaslu DKI sebagai bentuk kesalahpahaman, Hanya, ia merasa heran dengan laporan-laporan yang tiba-tiba muncul di putaran kedua Pilkada DKI Jkarta 2017.

"Enggak tahu tuh sedikit-sedikit dilaporin ya, ada apa begitu? Rasanya putaran kemarin enggat tuh. jadi ya agak lucu aja," ucap Anies Basewdan.

Menyangkal lagi bukan? Anies Baswedan ini sepertinya jarang membaca berita atau apa yah?

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta memberi pernyataan, Program Rp 1 miliar per RW yang dicanangkan paslon no 1 Agus-Sylvi ialah murni sebagai politik uang. Oleh karena itu, Program tersebut dianggap sebagai salah satu pelanggaran kampanye.

Mimah Susanti(Ketua Bawaslu) memberikan penjelasan, rencana program Rp 1 miliar per RW diaktegorikan sebagai politik uang diakrenakan program itu tidak tercantum dalam visi dan misi yang dilaporkan Agus-Sylvi ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) DKI Jakarta. dilasir dari seword.com Bandarq Online

Baca Juga : 
Nah Loh.. Sandiaga Uno Dapat Panggilan Dari Polsek Tanah Abang Persoalan "Cewek-Cewek", Ada Apa ya?

Masih menganggap Bawaslu itu lucu dan main-main dengan apa yang sudah menjadi tugasnya? yang seharunya lucu itu bukannya Bapak Anies. Informasi bisa cepat tersampaikan sekarang, bisa dicoba dengan melalui 'OK GOOGLE', tinggal bilang seperti ini 'Agus dilaporkan 1 em', jika kalian memiliki aplikasi google.

Kalimat yang terakhir bukan promosi ya, kita lagsung kembali ke Anies Baswedan.

Menurut Bawaslu apabila Anies benar melanggar Pasal 73 ayat 1 Undang-Undang Nmor 10 Tahun 2016 tentang pilkada, maka

"Kami akan lakukan penelitian dan kajian yang sesuai dengan masa waktu yang sudah ditetapkan oleh undang-undang. Kalau terbukti pelanggaran administrasi (Rekomendasi sanksi) kepada KPU, kalau pidana ke kepolisian," ujar Mimah ketua Bawaslu pada CNNIndonesia.com, hari Jumat (10/03).

Bawaslu akan menyerahkan rekomendasi sanksi dugaan pelanggaran kampanye yang dilaporkan atas calon gubernur no 3 yakni Anies Baswedan ke KPU kalau ia memang terbukti melanggar sesuai aduan. Situs Bandarq

Tambahan. Anies diduga melanggar ketentuan kampanye di tempat ibadah kala menghadiri deklarasi dukugan dari Forum Ustadzah Bela Negeri di Gedung Dakwah Islamiyah Indonesia. Lokasi deklarasi Forum Ustazah mendukung Anies-Sandi berada d lantai 2. Aula Gedung Dakwah Islamiyah Indonesia. Aula itu bertempat di bawah masjid yang berada di lantai 3 dalam gedung tersebut.

Dan sekali lagi Anies Baswedan kembali menyangkal, Hal ini melanggar PKPU 12 Tahun 2016 yang merupakan perubahan PKPU 7 tahun 2015 pasal 66 ayat 1 huruf j, kampanye dilarang dilakukan di tempat ibadah dan tempat pendidikan.

Previous
Next Post »
Comments
nama 0 Comments