Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Ahok Si "Sunan Kalijodo", Inilah Julukan Yang Diberikan Oleh Ketua GP Ansor


Dailytopic - Nahdlatul Ulama memang betul-betul penjaga kesatuan dan persatuan. GP Ansor merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia, yang berafiliasi dengan oNahdlatul Ulama (NU). Berperan dengan aktif dalam menjaga persatuan dari mulai turut menjaga kedamaian saat Natal sehingga melawan ormas-ormas anti pancasila pendukung khilafah.

Ingin melihat islam yang sebenarnya? Lihat saja Nahdlatul Ulama yang setiap pemikirannya selalu memfokuskan ke-Indonesiaan, persatuan dan kesatuan bangsa ini. Islam yang ramah dengan tambahan hobi berkelakar ada di Nahdlatul Ulama. Islam dengan nafas nusantara yang ramah bukan pemarah. Islam yang disebarkan dengan simpatik bukan paksaan apalgi caci maki.

Pada hari Jumat (07/04/2017), Pak Ahok dan Pak Djarot bertemu dengan anggota Banser GP Ansor. Suasana terlihat tampak cari di kantor GP Ansor, jalan Kramat Raya. ketua GP Ansor Yaqut Cholil dalam pertemuan tersebut memberikan julukan hanya khusus untuk Pak Ahok. "Karena hidupnya di Jakarta, beliau ini Sunan Kalijodo. Sunan Kalijodo itu telah mengubah masyarakat yang awalnya hitam kelam dan kini menjadi masyarakat beriman," ucap Yaqut.

Yaqut mengacu pada kawasan kalijodo yang dulunya lokasi tersebut adalah kawasan prostitusi dan perjudian ilegal di jakarta. Kini kawasan kalijodo sudah berubah drastis menjadi ruang terbuka hijau dan RPTRA, bahkan jadi destinasi wisata. Anggota Banser yang ikut dalam pertemuan tersebut pun tertawa. Sebelum memberi sambutan, Yaqut juga sempat memanggil Pak Ahok dengan nama lain.

" Selamat datang Pak Basuki Nurul Qomar," Ucap Yaqut.

Rupanya Pak Ahok mengetahui dengan arti Basuki Nurul Qomar yang merupakan bahasa Arab dari Basuki Tjahaja Purnama. Ahok rupanya memahami sebutan tersebut. "Nurul Qomar-nya saja yang bahasa Arab. Basuki-nya enggak," kata Pak Ahok. Agen Bandarq

yaqut juga menyapa Pak Djarot yang hadir dalam pertemuan itu, Yaqut mengatakan GP Ansir sudah mencari tahu Track record Djarot selama di Blitar. "Di Blitar sana beliau sahabat karib Rois Suriah kita. Maka kalau kita jatuh conta kepada Pak Djarot itu hal biasa," ucap yaqut.

Baca Juga :
→ Ridwan, Seorang Anak SMA Yang Berani Tampil Menyindir Anies dan Sandi di Blak-Blakan

Didalam sebuah kesempatan yang sama, Pak Ahok memberikan pesan untuk GP Ansir melalui tulisan yang telah dibingkai.

"tetap pertahankan islam yang rahmatan lil alamin dan wujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat karena pemerintahan yang bijak sesuai Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika," Tulis Ahok.

Pak Ahok mendatangani piagam tersebut dan menuliskan tanggal 10 Rajab 1438 H atau 7 April 2017.

Menurut Djarot, GP Ansor dan organisasi induknya, yakni Nahdlatul Ulama, merupakan organisasi islam yang berpegang teguh Pancasila sebagai ideologi negara.


"Kami juga berjuang untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT bahwa negara Indonesia dikaruniai berbagai macam keragaman, plurarutas hingga dengan bijak oleh para nenek moyang kami dibuat semboyan Bhinneka Tunggal Ika.Ada pancasila dan Binneka Tunggal Ika, itu semualah yang menyatukan NKRI dan kemudian kerumuskan dalam Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945)," Kata Djarot. Bandarq Online

Ketua GP Ansor DKI Jakarta Abdul Azis menyatakan dukungan untuk Ahok-Djarot adalah momentum untuk mencegah berukuasanya kelompok-kelompok radikal dan garis keras di Jakarta.

"Kami sangat menolak calon gubernur yang didukung islam radikal dan islam garis keras," Ucap Azis saat menyambut kedatangan Ahok-Djarot pada di kesempatan tersebut. Azis menyatakan GP Ansor siap untuk mengawal para pendukung Ahok_djarot dari mungkinnya intimidasi pada saat pemungutan suara pilkada DKI putaran kedua pada 19 April ini.

"Ansor sudah dihina sejak Zaman Gus Dur sudah biasa. Dibilang kafir, munafik sudah biasa. Namun jika sudah merusak tatanan NKRI dan demokrasi, pasti akan kami lawan," Ucap Azis.

Jadi jangan cemas, NU merupakan ormas islam terbesar di Indonesia, jika ada rasa cemas takut untuk memilih AHok sebaiknya kalian buang sejauh-jauhnnya. GP Ansor yang selama ini selalu menjaga gereja saat natal akan menjaga pendukung Ahok-Djarot dari intimidasi kelompok radikal. Maka dari itu tidak perlu ada yang dikhawatirkan, datang ke TPS-TPS dan pilih paslon pilihan kalian.

Baca Juga :
→ Waduh, Anies Memberanikan Diri Berjanji Dengan Buruh Jika Dirinya Terpilih Menjadi Gubernur DKI, Simak Disini


GP Ansor dan NU memang ormas islam terbesar yang tersebar ke seluruh nusantara. Mereka berusaha dan berjuang melawan kelompok islam radikal dan islam garis keras. Namun pastinya usaha mereka akan sia-sia jika kita sendiri tidak ikut mendukungnya. Mungkin banyak yang merasakan takut dan terimidasi sehingga memilih untuk tidak datang, Tetapi kali ini GP Ansor membutuhkan bantuan kita semua. Ingat Riyanto? Banser NU yang meninggal memeluk bom demi selamatkan ratusan nyawa? Situs Bandarq

▼24 Desember 2000, pengorbanan seorang pria bernama Riyanto telah mencari perhatian masyarakat. Saat itu merupakan malam Natal di mana Riyanto mendapat tugas untuk mengamankan jalannya misa Natal di Gereja Eben Haezer Mojokerto, Jawa Timur. Namunn naas, rupanya itu merupakan tugas terakhir yang diembannya, sebeb pada malam itu pula ia harus meregang nyawa saat sedang menjalankan tugas.

Riayanto saat itu mengorbankan dirinya tidak saja untuk menyelamatkan ratusan nyawa tetapi ia mengorbankan dirinya untuk NKRI dan kebhinnekaan. Sama seperti Banser lainnya, ia tidak mau islam radikal da islam garis keras menguasai negeri ini. Oleh karena itu mari kita jaga cita-cita Riyanto dengan mmebuang rasa takut dan datang ke TPS-TPS. Salam Topic!

Sumber : Seword.com

Previous
Next Post »
Comments
nama 1 Comments

1 komentar:

Write komentar