Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Dizalimi Selama Lima Bulan, Nota Pembelaan(Pleidoi) Ahok Hanya Lima Halaman? Seperti Ini Isinya


Dailytopic - Pembacaan nota pembelaan atau peidoi yang dilakukan oleh Pak Ahok pada hari selasa (25/04/2017) menjadi puncak pembelaan yang dilakukan. Pembacaan pleidoi ini dianggap sebagai pidato yang singkat, karena hanya terdiri dari lima lembar saja. Bagaimana hanya dengan lima lembar, Ahok bisa menghancurkan isu yang beredar dan membela diri dari fitnah yang dilancarkan kepada dirinya selama berbulan-bulan (kurang lebih 5 bulan).

• Hal ini cocok dengan fakta bahwa ketika di kepulauan seribu, banyak media massa yang melihat kunjungan saya, bahkan disiarkan langsung yang menjadi materi pembicaraan. Tidak ada satupun yang mempersoalkan keberatan atau merasa terhina atas perkataan saya tersebut." Basuki Tjahaja Purnama.•

Pak Ahok dalam tuntunan jaksa dikenal Pasal 156 KUHP mengenai pernyataan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia.

Pada akhirnya para pengacara membuka suara tentangt apa yang terjadi pada perkataan di dalam melepaskannya di dalam jeratan yang dituntut oleh JPU. DI dalam perkataan yang diucapkan oleh BTP di Kepulauan Seribu, tidak ada sedikitpun indikasi sifat melawan hukum. Ini menjadi pembelaan yang dijelaskan dan dikatakan oleh pengacara BTP. Agen bandarq

• Selama mengikuti persidangan, memperhatikan realitas yang terjadi selama masa kampanye Pilkada DKI Jakarta serta mendengar dan membaca tuntutan penuntut umum yang ternyata mengakui dan membenarkan saya tidak melakukan penistaan agama. Saya bukan penista atau penoda agama. Saya juga tidak menghina suatu golongan apa pun," Basuki Tjahaja Purnama.•

Sebenarnya bila kita ingin bernalar, sangat besar kemungkinan nya untuk para hakim membebaskan Pak Ahok, kenapa? Sebab memang benar-benar tidak ada niatan untuk menistakan agama. Beberapa persoalan yang dilakukan yakni bagaimana JPU tidak jelas dan dianggap berimajinasi di dalam menentukan korban yang diseabbkan oleh perkata BTP di Kepulauan Seribu. Ulama dan umat Islam mana yang dinista seperti yang disebutkan?

Baca Juga : 
→ Kalijodo Sudah Mulai Bermunculan Pedagang Kaki Lima Dan Dikuasai Preman, Jakarta Lama Datang Kembali

Permohonan para pengacara cukup jelas, yakni mereka melakukan permohonan kepada majelis hakim bisa dengan arif dan penuh keberanian untuk membebaskan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Juga disebabkan Bhinneka Tunggal Ika dipertaruhkan oleh proses pengadilan ini.

Sikap hukum dari LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Jakarta juga diebut oleh para pengacara. Pak Ahok merupakan korban dari penggunaan pasal anti demokrasi. Hal ini merupakan ironi namun nyata. Sebab pemerintah RI masih belu taat kepada rekomendasi Agama. Majelis MK menyetujui bahwa ada permasalahan mengani undang-undang penodaan agama., Dikarenakan adanya permasalahan hal tersebut.

Lantas dari sikap hukum LBH, pasti bertujuan untuk meringankan tuntutan JPU kepada Ahok. Pak Ahok yang sudah dijadikan korban dari pengalahgunaan pasal "Penistaan agama" tentu mendulang simpati dari orang-orang yang mengenal dan mengetahui hukum. Bandarq online

Pernyataan Ahok saat di kepulauan seribu sebagai sebuah hal yang tidak memenuhi evil mid (itikad buruk) yang harus dibuktikan. Lantas, tidak ada pembuktian sama sekali. Bahkan seharusnya pernyataan Pak Ahok dilindungi oleh kebebasan berpendapat. Penyebarluasan tafsir atas pernyataan Ahok yang sebenarnya merupakan penista agama. Ada pihak ketiga yang memaknai pernyataan Ahok tanpa menyaksikan, mendengar, mengetahui, dan tidak mengalami langsung perkataan Ahok ini.

Bahkan melalui pelaporan kepada Ahok oleh para pelapor-pelapor yang tidak menghadiri lokasi kejadian langsung, membuat LBH harus menyatakan sikap. LBH menganggap perlilaku dari para penuntut justru meruntuhkan tatanan penegakan hukum demokrasi dan kebhinekaan Indonesia. Persoalan ini adalah wujud nyata dari proses pengadilan dan peradilan rakyat buymi datar yang sesat.

Pembacaan sikap LBH oleh tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama ♦

LBH meminta majelis hakim mengunjungi tinggi penegakkan hukum dan HAm da;lam memutus perakara Ahok, khususnya di dalam hak kebebasan berekpresi dan beragama yang sudah dijamin di dalam konstitusi yang searah dengan produk peradilan, yang mengacu kepada utusan MK. Majelis hakim juga diminta untuk menerapkan asas legalitas hingga penggunaan pasal penistaan agama, menjadi jelas.

Baca Juga : 
→ Warisan Ini Ahok Berikan Untuk Warga DKI Jakarta, Apakah Ini Yang Buat Wajah Anies Memucat?

Dan pada akhirnya JPU pun tidak berkata banyak mengenai apa yang sudah dikatakan menjadi pembelaan dari tim kuasa hukum/pengacara Pak Ahok. Situs Bandarq

Sidang lanjutan akan dilakukan pada hari selasa 9 Mei mendatang, dengan agenda pembacaan putusan hakim mengenai kasus ini. Jadi sambil menunggu hasil putusan hakim, kita terus mendukung pemerintahan Indonesia, khususnya di dalam menambal keretakkan bangsa di dalam demokrasi.

Berikut Isi lengkap Nota Pembelaan Ahok






Salam Topic!

Sumber : Seword.com

Previous
Next Post »
Comments
nama 0 Comments