Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Kalijodo Sudah Mulai Bermunculan Pedagang Kaki Lima Dan Dikuasai Preman, Jakarta Lama Datang Kembali


Dailytopic - Kalijodo merupakan simbol perjuangan Pak Ahok dan Djarot yang melawan prostitusi dan narkoba. Tempat yang dulunya dikuasai oleh banyak preman sekarang sudah berubah menjadi taman yang indah berskala internasional. Akan tetapi belakangan ini wajah Kalijodoh mulai kumuh, apa ini hanyalah dampak liburan saja atau Ahok sudah dipastikan tidak akan menjabat lagi?

Sudah lama kalijodo menjadi sisi wajah kota Jakarta dan sudah cukup lama ada keinginan untuk menutupnya, Akan tetapi sering kali menemui kegagalan. Bahkan FPI pun yang katanya hidup mulia mati syahid pun tidak mampu menutup kalijodo.

• Lokalisasi Kalijodo di kota Jakarta dikenal kelompok bersenjata tajam dan tombak. Mereka pernah membuat FPI Lari kocar-kacir waktu mencoba membubarkan tempat prostitusi tersebut.

Kombes Khrisna Murti membahas hal ini dalam bukunya. Khrisna pernah menjabat menjadi Kapolsek Penjaringan sehingga sangat mengerti bagaimana kondisi para preman di sana.

Para bandar judi mengumpulkan pemuda pengangguran untuk mengamankan lapak-lapak judi di sana. Dalam struktur organisasi judi, kelompok yang menamakan dirinya 'Anak Macan' ini menduduki posisi paling bawah. Kerja mereka yaitu melindungi para bandar judi. Agen bandarq

"Mereka seperti pasukan cadangan, ada yang menyebut jumlahnya sampai 1.000 orang," tulis Kombes Khrisna Murti dalam buku Geger Kalijodo.

Para 'Anak Macan' ini tidur di bangunan-bangunan yang tidak terpakai oleh bandar judi. Sebagiannya lagi di kontrakan sekitar lokalisasi.

Baca Juga : 
→ Warisan Ini Ahok Berikan Untuk Warga DKI Jakarta, Apakah Ini Yang Buat Wajah Anies Memucat?

Keberanian dan ketangguhan 'Anak Macan' ini teruji ketika berhasil menghalau serangan FPI yang mau mencoba mengganggu lokasi perjudian. Sebagian anggota FPI bahkan berlari ke jalan tol dikarenakan kalah ketika menghadapi kelompok ' Anak Macan' ini.•

Namun Kalijodo berhasil digusur oleh Ahok, Gubernur yang mereka menganggap sebagai orang kafir itu. Prestasi pak Ahok yang gemilang menggusur kalijodo sanggup membuka mata para pembencinya. Padahal perjuangan menggusur kalijodo lebih berat daripada menjual saham pabrik yang sudah dimiliki Pemprov sejak tahun 70'an.

Akan tetapi Sandiaga Uno mengatakan akan menjual saham tersebut. berbondong-bondong lah para onta(maaf) memuji Sandiaga, tanpa berpikir siapa yang akan diuntungkan dengan penjualan saham itu, siapa yang akan membelinya? siapa yang mampu membelinya? apa jangan -jangan bisnis rekanan bisnis Sandiaga juga yang memberlinya? menjual saham bir tidak menghentikan peredaran miras, jika memang nahi munkar, tutup saja pabrik itu,


Kalijodo yang sudah berganti wajah menjadi lokasi tman dengan berbagai fasilitas tersebut mulai dipenuhi lapak PKL (pedagang kaki lima). Mereka terlihat bebas berdagang minuman dan makanan ringan di pinggir jogging trek dan jalur hijau.

• Kondisi taman yang seluas lebih dari dua hektare itu langsung penuh sampah, kumuh, dan jorok tidak sedap dilihat mata. Bandarq online

Pantauan Warta kota, sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) liar di lingkungan taman kalijodo juga tidak kalah maraknya dengan pengunjung yang mengisi hari liburnya. Mereka terlihat bebas berdagang di sembarang tempat dan tanpa pengawasan petugas terkait di taman tersebut.

Para PKL liar menjajakan makanan dan minuman ringan bagi para pengunjung di Taman Kalijodo. Kemunculan PKL Liar ini pun sekilas menguntungkan pengunjung di Taman Kalijodo yang dahulu diresmikan lamngsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).•

Selain PKL, Kalijodo sekarang kembali dikuasai oleh para preman, Lima unit mesin parkir meter yang dipasang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di pinggir Jalan Kepanduan II atau dekat lingkungan RPTRA dan RTH Kalijodo, sekarang sudah tidak ada lagi.

• Setelah meisn parkir itu tidak ada, sekarang muncul sejumlah orang yang diduga adalah preman setempat memungut parkir dengan tarif tertentu,

pengunjung taman yang kendaraannya diparkir di bibir jalan itu membayar pasrkir yang diminta juru parkir liar untuk motor Rp 5.000 dan untuk mobil Rp 10.000.

Salah seorang pengunjung Taman Kalijodo yang bernama Andre (31) mengaku tidak tahu mengenai adanya mesin parkir meter yang sekarang tidak lagi di sekitar Taman Kalijodo.

Akan tetapi warga Tebet, Jakarta Selatan ini mengeluh sebab sebelumnya dirinya cuman membayar parkir mobil sebesar Rp 5.000, dan sekarang sudah menjadi Rp 10.000.

Baca Juga :
→ Kalahnya Basuki Tjahaja Purnama Menyusahkan Jokowi Di Pilpres 2019 Mendatang? Eeet,Belum Tentu! Seperti Ini Analisisnya

"ya saya bingung aja mas, Waktu diresmikannya ini taman saya parkir mobil cuman Rp 5.000, bahkan pernah cuma Rp 3.000 kok, Sekarang menjadi Rp 10.000. Intinya sekarang harga parkirnya kenapa bisa naik Rp 5.000, dan yang mungut juga bukan dari anggota Dinas perhubungan ya. Sebelumnya dari Dishub tuh. Sekarang tampak panjaga parkirnya kayak preman, meresahkan," Ungkap keluhan Andre ketika bersama kedua anaknya mengisi hari libur panjang dengan jogging di sore hari, Minggu (24 / 04 / 2017). Situs bandarq

Apa hal ini ada hubungan nya dengan Pak Ahok yang sudah pasti tidak akan menjabat lagi? memang agak suit menegakkan aturan disaat orang-orang sudah tau bahwa kita sudah tidak akan menjabat lagi. Nampaknya preman dan PKL sejak sekarang sudah mulai berusaha menguasai lahan-lahan yang menurut mereka strategis. Padahal Ahok masih menjabat sampai bukan OKtober 2017, lalu mengapa Ahok Diam saja? kemungkinannya dia sedang sibuk mengejar target-target penting sebelum masa jabatannya berakhir seperti menyempurnakan e-budgeting, jembatan semanggi, sampai MRT.

Semoga untuk kedepannya dengan teknik merangkul-rangkul dan Gubernur yang baru dan muslim ini mampu menata kembali PKL dan preman-preman di kalijodo. Bukan hanya Kalijodo namun juga daerah-daerah lain di Jakarta yang akan kembali bermunculan PKL dan preman-preman.

Salam Topic!

Sumber : Seword.com


Previous
Next Post »
Comments
nama 0 Comments