Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Prabowo Awalnya Ragu mengangkat Anies, Saat Mulai Percaya dan Sangat Yakin Prabowo Ujung-Ujungnya Menyesal, Berikut Penjelasannya


Dailytopic - Sebelumnya Pak Prabowo Subianto ingin mengangkat Sjafrie Sjamsoeddin-Sandiaga di pemilihan Gubernur DKI Jakarta kali ini . Sjafrie yang dasarnya militer, sama seperti gayanya Pak Prabowo, Akan tetapi permintaan tersebut ditolak oleh PKS yang tidak menyukai militer, ada apa? PKS akan kesulitan untuk mengendalikan calon yang berdasar militer. Sosok seperti militer kebanyakan sudah dilatih bertahun-tahun untuk setial pada Pancasila dan UUD 1945. Dalam karakter seorang militer, telah dipatri bahwa NKRI adalah harga mati.

Untuk menjajarkan kemauan Prabowo ini, PKS dengan beraninya menyatakan pasangan Sandiaga-Mardani. Pak Prabowo sebenarnya sempat menyetujui pasangan ini. Media sempat memberitakan bahwa prabowo akan memberi dukungan ke pasangan Sandiaga-Mardani. Akan tetapi di saat bertepatan ada manufer dari cikeas. Mantan Presiden SBY langsung memimpin koalisi Cikeas yang beranggotakan 4 partai, yaitu Demokrat, PPP Romy, PKB, PAN mengusung calon sendiri.

Waktu itu nama Yusril Ihzra Mehendra jadi sangat kuat untuk sebagai calon, Namun dikarenakan Track Record Yusril yang gagal memjungjung tinggi partainya sendiri, Akhirnya koalisi Cikeas secara lansgung mengangkat Agus Yudhoyono-Silvi sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. Koalisi Cikeas ternyata tidak ingin berkoalisi dengan partai Gerinda untuk mengangkat satu calon, Kondisi tersebut membuat Gerinda dan PKS harus mengangkat calon sendiri.

Mendekati batas waktu pendaftaran di KPU, Keputusan Prabowo sudah matang untuk mengangkat Sandiaga sebagai Calon Gubernur. Akan tetapi siapa yang akan menjadi wakil? Apa mungkin Mardani? atau Syafrie Syamsoeddin, Yusril atau yang lainnya? Dalam jangka waktu yang sangat terbatas itu nama Anies Baswedan, semakin bergema, Istanapun sudah mewanti-wanti supaya nama Anies sebisa mungkin tidak masuk kedalam kalkulasi Prabowo, kenapa? Anies sangat berbahaya.

Anies Baswedan akan selalu memamfaatkan posisinya untuk menjadi Calon Presiden pada Pilpres 2019 yang akan datang. Jika lalu ada pemahaman publik bahwa Anies dipecat dari menteri walaupun ia sebagai pendukung utama Jokowi pada Pilpres 2014. Karena etos dan kinerjanya yang buruk, itu bukan sebagai alasan utama. Agen Bandarq

Yang bisa dijadikan sebuah Alasan Utama pemecatan Anies Baswedan yakni gelagat Anies yang bertekad menjadi Calon Presiden tahun 2019 nanti. Jadi Anies secara mengendap-endap akan memecat Pak Jokowi dari Kursi Presiden. Bila publik bertanya-tanya kenapa ada salah hitung anggaran Rp 23,3 triliun? Bisa mudah menjawabnya. Bisa saja terjadi dana salah hitung itu diarahkan untuk mendukung tekad Anies menjadi Calon Presiden 2019 yang akan datang jika tetap menjadi menteri.

Baca Juga : 
→ GP Ansor Dan Banser Membubarkan Acara HTI Di Kota Surabaya, Terima Kasih Sudah Mengawal NKRI!

Nama Anies yang diangkat sebagai calon Wakil Sandiaga pun sudah di dibisikkan ke Prabowo, Menurut para pembisik, nama Anies sangat mempunyai potensi untuk mengalahkan Pak Ahok sebab ia merupakan korban kezaliman Pak Jokowi. Saat itu Prabowo masih ragu-ragu soal kapabilitas seorang Anies, apa benar seorang mantan menteri yang kena pecat bisa laku sebagai cagub DKI? sampai detik tersebut Prabowo masih tidak ada rasa percaya.

Akhirnya Prabowo sudah mulai percaya kepada Anies, saat istana melakukan blunder. Ada rumor yang menyebutkan bahwa istana meminta partai Geirnda dan PKS supaya tidak mengangkat Anies Baswedan dalam Pilkada 2017 ini, Istana pun digadang-gadang mengirim Menteri Sekretaris Negara Praktino menemui ketum Gerinda Prabowo Subianto dan Wakilnya Fadli Zon. Meskipun rumor pertemuan itu telah dibantah oleh Praktino, akan tetapi publik masih percaya setengah atas rumor tersebut.

Saat rumor berkembang kalau istana tidak meniatkan Anies, prabowo malah semakin yakin kepada Anies Baswedan. Lalu para pembisik meyakinkan Prabowo secara terus-menerus kalau Anies bisa mengalahkan Ahok sebab dia adalah korban kezaliman Jokowi. Akhirnya Prabowo menjadikan wakil Sandiaga. Jadi ddalam kacamata Prabowo, Sandiaga dan Anies merupakan pasangan yang ideal.

Sial bagi partai Gerinda. Rupanya saat dihubungi, Anies tidak ingin kalau posisinya menjadi wakil. Dia akan setuju jika dirinya menjadi Gubernur, Karena Terdesak keterbatasan waktu yang sangat sempit itu dari KPU disertai lobi membahana dari PKS, akhirnya Gerinda menyetujui Anies sebagai Calon Gubernur. Hal tersebut yang kemudian membuat Sandiaga Uno kecewa. Namun karena sudah terlanjur disebut sebagai Calon Gubernur atau Cawagub, Sandi pada akhirnya mengiyakan dengan hati gregetan.

Dalam perkembangan berikutnya, tampak PKS yang paling semangat memenangkan Anies. Di balik pertemuan Anies-Rizieq, peran PKS sangat berarti, PKS nerhasil menarik FPI masuk koalisi Gerinda-PKS. FPI yang secara senyap mendukung Agus-Silvi sebelumnya, berhasil ditarik oleh PKS. FPI pun mengkhianati SBY. Bandarq Online

Jika kemudian suara Agus-Silvi tiba-tiba saja terjun payung dan suara Anies melambung tinggi hingga hampir 40%, itu dikarenakan pada saat-saat terkahir, suara kaum khilafah yang tiba-tiba meninggalkan Pasangan Agus-Silvi dan berbalik arah untuk mendukung Anies-Sandi, Inilah yang dipahami oleh Pak SBY sehabis Kalahnya Agus. Tidak heran kemudian, SBY secara diam-diam mendukung Ahok-Djarot utnuk membalas pengkhianatan ini.

Saat pasangan Anies-Sandi maju di putaran kedua dan satu lawan satu dengan Ahok, Prabowo awal mulanya sangat bersemangat. Ternyata instingnya yang memilih Anies-Sandi cukup tajam. Namun inilah permasalahannya. Sekarang Anies di kendalikan penuh oleh PKS dan FPI, kelakuakn PKS dan FPI untuk melakukan segala macam cara memenangkan Anies, membuat Prabowo muak. Dua partai ini sebenarnya bertentangan. PKS yang agamis-konservatif dan Gerinda yang Nasionalis dipaksa nikah  demi untuk kepentingan politik.

Tingkah para pendukung Anies dengan politisasi jenawah, demo-demo, selebaran-selebaran SARA dan rencana tamasya Al-Maidah membuat Prabowo gerah. Kemarin, Hari Minggu 2 April 2017, ketika ada debat di Kompas TV dan didukung penuh oleh Prabowo, rupanya pasangan Anies-Sandi tidak kunjung datang, itulah salah satu bukti bahwa Prabowo kini mulai kehilangan kendali atas Anies, Sedangkan Prabowo sangat memberiakn harapannya kepada Anies-Sandi bertarung di debat Kompas TV tersebut. Kemudian apa alasan Paslon no urut 3 tidak menghadiri debat tersebut?

Timses Anies-Sandi sudah mengerti kalau justru dari debat,elektabilitas pasangan Anies-Sandi tergerus, Maka dari itu dibuatlah alasan-alasan konyol agar Kompas TV mengubah format berbagai buah pikiran, Hal yang tidak logis bagi Kompas TV, sudah jelas-jelasnnya alasan itu hanya sebuah akal-akalan mereka untuk menghidari debat.

Sekarang ini pihak Anies-Sandi sudah mulai terjadi perpecahan. Ada kubu yang bertarung secara fair, namun ada kubu yang bertarung dengan menjungjung tinggi SARA. Potensi kekalahan apapun di depan mata. Publik paham kalau Anis-Sandi pada akhirnya takut debat. Jelas Prabowo sangat kecewa. Anies sudah mulai membangkang kepada Prabowo.

Baca Juga : 
→ Polisi Berhasil Sita Dana Dari Koordinator Aksi Demo 313, Polisi Segera Mencari Donatur Aksi tersebut, Sang Donatur Mulai Jantungan.

Sekrarang Pak Prabowo sudah sadar kalau Gerinda telah dibusukka oleh PKS dan FPI dengan mengusung Anies, Bahkan sangat memungkinkan Prabowo mulai ragu kepada Anies yang tidak mempunyai kepastian menjadi pemimpin DKI-1. Rupanya Anies hanya mempunyai Ambisi besar untuk memecat Ahok, Jokowi pada pemilihan Pilpres 2019 dan bahkan menyingkirkan sendiri Prabowo, akan tetapi keahliannya jauh panggang dari api. Situs Bandarq

Skenario terparah pun bisa terjadi. Jika Anies kalah di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, maka Prabowo akan sangat menyesal memilih pemimpin yang hanya pandai beretorika. Jika Anies menang, maka tekadnya yang berapi-api menjadi capres, bisa menjadi blunder bagi Prabowo yang juga ingin kembali menjadi capres. Ini juga membuat Prabowo menyesal. Ambisi Anies seperti yang sudah diperingati istana, akan dirasakan oleh prabowo, Anies akan memcat Prabowo sebagai capres jika dirinya benar berhasil menjadi gubernur, Salam Topic!

Sumber : Seword.com

Previous
Next Post »
Comments
nama 0 Comments