Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Sesudah Menjadikan Agama Sebagai Objek Demo, Kini Menjadikan Objek Wisata "Tamasya Al Maidah" Dijadikan Apa Lagi Nanti?


Dailytopic - Foto dibawah diambil dari media sosial facebook Ustad Abu Janda. Seorang GP Ansor yang kerap mengamati paham radikal dengan tajam. Sekarang ini kita ketahui semua bahwa pengeraham massa oleh ormas radikal berbelok dari jalanan menuju TPS atau yang dikenal menjadi Tamasya Al Maidah. Tujuannya sudah jelas dalam ikut campur terhadap pemilihan kepala DKI pada tanggal 19 April 2017.


Kegelisahan akan adanya intimidasi yang berujung pada kekerasan tentu sudah diantisipasi oleh aparat keamanan. Larangan untuk melakukan tamasya juga berulang kali diserukan baik dari pemuka agama, para tokoh dan aparat keamanan. Namun para ormas radikal itu tetap keras kepala dengan adanya tamasya tersebut.

Belum puaskah mereka yang telah mengancam pemerintah untuk Pak Ahok dijadikan terdakwa dengan demo berjilid? Belum cukupkah berbagai keributan mulai penghadangan paslon 2 di putaran pertama hingga penolakan jenazah uang mendukung Ahok-Djarot di putaran kedua? kemudian nanti mau apalagi? ingin menjadikan TPS sebagai sarana memenuhi ambisi mereka dengan berkedok agama?

Sungguh benar-benar miris dengan tingkah laku pendukung lawan Pak Ahok yang katanya mengutamakan akhlak? Gimana ini AA Gym tolong untuk mejnelaskan akhlak yang seharusnya ditunjukkan oleh orang-orang beragama. Tidakkah seharusnya mereka menjalankan moral yang bersagama kepada diri sendiri sebelum masuk ke pemerintahan. Agen bandarq

Baca Juga : 
→ Kepalsuan Besar Dari Cerita FPI Mengenai Mobil Terbakar Di Cawang, Berikut Seperti Ini Penjelasan Hukumnya

Sedih lihat agama Islam yang sudah disempurnakan oleh Tuhan melewati utusannya yang terakhir dihinakan begitu jauh. Sesudah teriak-teriak nama Tuhan di jalan dicampur perkataan kotor dan hujatan terhadap Ahok. Sekarang mereka membawa bekal ayat suci Al-Quran sebagai objek untuk mengancam warga di TPS. Apa yang mereka lakukan ini sungguh sudah diluar batas.

Harusnya yang terkena hukuman dengan unsur penistaan agama adalah para kelompok radikal ini. Mereka yang sudah jelas-jelas menodai tuntunan Islam untuk menjaga ucapan dan perbuatan. Mereka yang menodai ayat Al-Maidah yag disucikan Tuhan dalam kitabnya untuk memenuhi ambisi mereka mengontrol Ibukota. Apalagi menuliskan Al Maidah 51 sebagai bungkus sabun kemudian dituangkan ke dalam komik dan terakhir sebagai objek wisata.


Merasa sudah tidak mempunyai rasa cintanya kepada Ayat suci Al-Qur'an yang diturunkan oleh Tuhan. Kebodohan mereka terhadap perintah sesat dari pimpinannya dan juga kembencian buta pada seorang Ahok telah menutup mata hati mereka ini.

Jangan untuk berpura-pura melapis sesuatu yang buruk dengan biasan bela agama, nomor vantik, bela agama, menjalankan syariat dan terkahir tamasya agama. Mencintau kitab suci itu sangat baik, yang buruk saat dengan salah satu ayat lalu mencoba menjegal kandidat lain yang tidak satu agama. Demo untuk menyalurkan aspirasi itu benar, yang salah nya itu saat ujungnya menjadi anarkis sampai makar ke pemerintah. Bandarq online

Sholat jum'at itu baik, yang buruk saat dilakukan untuk mengitimidasi pemerintah untuk membuat orang yang baik-baik menjadi dihukum. Meneriaki nama Allah itu baik sebagai bagian dari dzikir, namun yang buruk saat seruan nama TUhan disertai keluarnya kebencian kepada orang yang tidak seagama. Tuhan benar-benar membenci orang yang tidak mensucikan namanya, yang mencampurkan dengan perkataan yang kotor atau tidak pantas diebutkan, makian bahkan niat kotor kepada orang lain.

Kemudian perkataan bruuk yang buka-bukaan dilakukan seperti penolakan mensholati jenazah dan masuk ke masjid. Apa dailil ini semua? Mereka lebih untuk seorang dengan penyakit kejiwaan tingkat akut. Inginkah mereka melihat Negara Indonesia porak poranda seperti Suriah dengan memaksakan paham khilafah?

Coba kita pikir kembali, apa yang akan ditanyakan ketika mereka menghadap Tuhannya. Akankah yang ditanyakan soal kehadiran demo 411,212,313? Atau siapa saja jenazah pendukung Ahok yang telah ditelantarkan? Atau berhasil tidaknya menggulingkan pemerintah untuk tegakkan syariat? Atau kehadiran di tmepat wista pemungutan suara dengan meneriakan Al Maidah dan haram pilih kafir?

Baca Juga : 
→ Fatal!, Kicauan Dari Fahri Yang Harusnya Dukung Anies, Malah Membenarkan Anies Tukang Imajinasi Dan Berfilsafat

Apa malah sebaliknya Tuhan menanyakan kenapa ibadah sholat kita tidak khusuk? Kenapa bacaan Al-Qur'an ketika sholat banyak yang salah? kenapa tidak mengeluarkan zakat penghasilan dan harta sesuai aturan? Mengapa tidak menjaga pakaian dan badan saat melakukan ibadah? Dan kenapa tidak menyempurnakan wudhu dan lain sebagainya?

Kemungkinan dari dua pertanyaan dalam 2 paragraf itu, coba tanykan kepada pimpinan mereka mana yang mungkin ditanyakan saat kita meninggal. Akan menjadi kerugian jika rupanya mereka belum menyempurnakan ibadahnya namun sudah teriak bela agama. Situs Bandarq

Seperti ini lirik lagu Raihan.
"Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan yang beriman dan beramal sholeh
Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan nasehat kepada kebenaran dan kesabaran"

Salam Topic!

Sumber : Seword.com

Previous
Next Post »
Comments
nama 2 Comments

2 comments

Write comments
April 19, 2017 at 7:07 AM delete This comment has been removed by the author.
avatar
April 19, 2017 at 7:08 AM delete

Untuk seluruh teman2 di DKI Jakarta^^
pada hari ini silahkan gunakan hak piih kalian untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Favorit kalian (y)
apapun hasilnya nanti, harus kita terima dengan lapang dada, dan jika pilihan kita tidak berhasil.. kita berharap kepada beliau yang berhasil agar bisa membuat Kota Jakarta ini menjadi lebih baik^^

Reply
avatar