Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Warisan Ini Ahok Berikan Untuk Warga DKI Jakarta, Apakah Ini Yang Buat Wajah Anies Memucat?


Dailytopic - Tersebar kabar ada yang wajahnya murung kabarnya sebab bingung melihat sistem proteksi dari e-Budgeting. Selagi yang kalah (Pak Ahok) terlihat senyum bahagia karena tidak lama lagi bisa liburan. Dengar-dengar APBD DKI Jakarta ini sudah diproteksi dengan sangat baik hingga sulit jika ada yang ingin memanipulasi anggaran.

Yang jelasnya belum pernah melihat langsung bagaimana sistem tersebut dibuat. Bagaimana ERD-nya, Bagaimana DFD-nya, Access Control- nya dan yang lainnya, dari berita-berita yang ada. E-Budgeting ini sebetulnya merupakan umplementasi dari sistem informasi manajemen, lebih tepatnya sistem informasi keuangan.

Sistem informasi berfungsi sekali untuk banyak keperluan hanya sekedar mempercepat proses namun juga untuk koordinasi, pengambilan keputusan dan juga kontrol, seperti sistem E-Budgeting yang dibangun oleh Pak AHok, sistem ini memang di maksimalkan untuk mengontrol anggaran DKI.

Ada beberapa cara untuk mengorupsikan anggaran. Salah satunya yakni penggelembungan atau mark-up, ini sering terjadi biasanya dengan memainkan harga, mirip dengan E-KTP, Hal itu terjaadi salah satunya dikarenakan informasi tentang harga susah diketahui apalagi bila bentuknya jasa yang sulit diperkirakan berapa harganya. Agen bandarq

Selain itu cara untuk melakukan korupsi yakni dengan membuat anggaran-anggaran siluman yaitu dengan memasukkan item tambahan atau menggantinya pada anggaran yang sudah disetujui. Kemudian palaku korupsi akan mencairkan anggaran tersebut. Harus diketahui anggaran Provinsi DKI mencapai ribuan item hingga sangat sulit diketahui bila tiba-tiba muncul anggaran siluman.

Baca Juga :
→ Rakyat DKI Jakarta Sebesar 70% Puas Atas Kinerja Ahok, Namun Tidak Memilihnya Karena Perbedaan Agama

Ada informasi mengenai penggunaan E-Budgeting dibawah ini :
• Seluruh proses input dana menggunakan password khusus. BAPPEDA (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah) membuat rencana kegiatan dan diinput ke dalam sistem E-Budgeting.

Sesudah itu, SKPD memasukkan komponen barang penunjang kegiatan atau program yang sudah disusun BAPPEDA dengan menyertakan nomor rekening.

Langkah berikutnya, BPKD melakukan penginputan harga satuan dar komponen-komponen barang yang telah diusun SKPD. Proses input harga satuan seperti membeli barang di situs belanja 'online.' Harga satuan diperoleh dari LKPP (Lembaga Kenijakan Pengadaan Barang) dan jasa Pemerintah.

"Contoh ingin beli kamera bermerek Canon, kami menyiapkan bermacam tipe dan harga. Dia (SKPD) tinggal mensortir dan membeli,"

SKPD bisa memberikan usulan terkait harga satuan dan nomenklatur program-program Pemprov yang dibutuhkan. Tidak cuman itu, Rakyat juga dapat ikut memantau dengan mengunjungi laman managedki.net untuk melihat susunan anggaran.

Bila penyusunan anggaran selesai, sistem akan mengunci anggaran dan tidak akan bisa untuk diubah kembali. Bila ada SKPD yang nakal dengan memasukkan barang-barang terntentu, maka pengajuan barang secara otomatis ditolak sistem."Sistem terkunci setelah disetujui oleh Gubernur," katanya

Akumulasi penolakan-penolakan itu bisa diketahui jumlahnya, angka Rp 12,1 triliun yang disebut Ahok sebagai dana siluman yakni akumulasi penolakan-penolakan input data yang dilakukan SKPD yang dikabarkan atas suruhan anggota DPRD.•

Berbeda dengan sistem yang dulu kabarnya menggunakan excel, pada e-budgeting memungkinkan penguncian dan juga memungkinkan merekam aktifitas siapapun yang masuk kedalam sistem tersebut. Maka dulu saat menggunakan Excel, orang bisa saja mengotak-atik lagi anggaran yang telah disetujui sebab tidak bisa diketahui siapa yang mengubah APBD tersebut. Namun dengan Access Control seperti E-Budgeting ini maka yang masuk dan melakukan aktifitas pada sistem dakan terekam. Belum begitu tahu sejauh mana sistem merekam aktifitas user namun yang jelas dari kabar tersebut diatasm, sistem merekam juga berapa yang akan diubah walaupun ditolak oleh sistem, ini oasti desain dari Aho yang betul-betul mau memberantas korupsi. Bandarq online

Kabar soal apakah ada tiga password yang melindungi anggaran, belum bisa dipastikan karena informasinya tidak ada, Namun jika dengan sistem seeprti ini sudah jelas hal ini sangat memungkinkan ada nya tiga password tersebut. Sistem tidak benar-benar dikunci mati tapi ada mekanisme untuk membuka dengan otoritasi tiga password tersebut yakni Gubernur, BPK, dan KPK. Mengenai pemantau, Baik BPK, KPK maupun warga kota Jakarta bisa langsung memantau di http://apbd.jakarta.go.id. Untuk kedepan mungkin bisa kita lihat disana benar tidak ada anggaran 3 miliar untuk RW, kemudian berapa besar anggaran untuk ormas-ormas dan sebagainya.

☻ E-Budgeting ini apakah efektif?☻

•Sistem anggaran elektronik menggunakan teknologi informasi dan komunikasi atau e-budgeting yang digunakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus diapresiasi. Cara kerja sistem ini dinilai mampu mendeteksi dana siluman dan mencegah korupsi dalam perencanaan anggaran RAPBD DKI 2015 senilai Rp 12,1 triliun.•

Sistem yang sudha canggih ini rupanya mampu meminimalisir korupsi anggaran DKI. Namun ada seseorang yang berkata bahwa sistem ini kelak akan diakali, dibongkar bahkan tidak digunakan sama sekali.

Memang tidak salah, namanya juga sistem dan keberhasilan sebuah sistem informasi tergantung dengan pimpinannya. Akan tetapi bila sistem ii dirusak atau sengaja nanti tidak diapakai dengan berbaai alasan tentu akan menimbulkan kecurigaan, KPK sudah pasti langsung melototin, rakyat juga sudah pasti curiga dan sealamat tinggal 2 periode. Menurut berita juga untuk mengganti sistem memerlukan MoU dengan pihak KPK dan BPK.

Baca Juga : → Kalahnya Basuki Tjahaja Purnama Menyusahkan Jokowi Di Pilpres 2019 Mendatang? Eeet,Belum Tentu! Seperti Ini Analisisnya

Selain itu tidak hanya ketua DPRD saja yang dapat mengawasi anggaran BPK, KPK, dan warga Jakarta bia mengawasi langsung penggunaan anggaran tersebut. Sistem ini tentunya tidak menghilangkan sama sekali korupsi namun jelas sekali akan meminimalisir hal itu. Situs bandarq

Maka seperti inilah sistem yang Pak Ahok sebut akan ia wariskan untuk Rakyat DKI Jakarta, ia juga menekankan "Jika Gubernurnya jujur". Jelas jika Gubernurnya jujur, ia pasti akan mengikuti sistem ini saja tidak harus membangun lagi, sudah jelas dan bagus sekali, mungkin hanya perlu penyesuuaian sedikit saja. Dengan catatan kalau Gubernurnya juju, kalau tidak pasti ia akan mencari cara dan alasan dengan beretorika untuk tidak menggunakan sistem-seistem yang sudah ada. Sistem yang sulit inikah yang membuat wajah Anies Baswedan menjadi pucat? Salah Topic!

Sumber : Seword.com

Previous
Next Post »
Comments
nama 0 Comments