Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Beberapa Fakta Yang Terbalik Dari Para Pasukan Aksi 505, Simak Disini


Dailytopic - Beribu-ribu umat Islam hari ini melakukan aksi demosntrasi. Dan seperti yang sudah-sudah, panitia penyelenggara memberi nama aksi yang diklaim bela islam dengan menggunakan angka-angka yang merujuk pada tangga; dan bulan saat aksi berjalan, sepertinya agar lebih terkesan monumenal.

Contoh bela Islam yang pertama pada bukan Oktober 14 2016 (waktu itu belum ada singkatan angka) lalu berikutnya bela Islam 411, 212, 112, 212 (2017), 313 dan yang terbaru ini 505. Bila diibaratkan aksi bela Islam itu sebagai barang cetakan, maka rangkaian aksi demonstrasi di Jakarta yang melibatkan puluhan ribu umat Islam dari beberapa daerah tersebut sudah mencapai jilid ke delapan dengan hanya satu tema saja yaitu, "penjarakan Ahok!"


Walaupun sudah tak terhitung lagi seberapa banyak sudah biaya, waktu, dan tenaga yang terbuang bagi aparat untuk pengamanannya, belum termasuk potensi tertanggunya hak orang lain yang tidak berkepentingan dengan aksi disebabkan harus mencari nafkah, potensi melanggar ketertiban umum, etika dan moral, akan tetapi tidak ada satu orangpun yang dapat memastikan (termasuk panitia pengelenggara), jika aksi berangka-angka itu di kemudian hari akan berhenti.

Padahal tidak sekali dua Kapolri, Menkopolhukam maupun tokoh-tokoh dari ormas keagamaan terbesar di Indonesia seperti NU dan Muhammadiyah yang menghimbau supaya umat Islam tidak perlu lagi melakukan demonstrasi yang mereka cap sebagai aksi bala Islam, semenjak Pak Ahok ditetapkan sebagai tersangka dugaan penistaan agama. Akan tetapi himbauan-himbauan itu tidak digubris, dikarenakan mereka bersiteguh bahwa unjuk rasa dilindungi oleh UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998 mengenati kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum, serta Undang-Undang Nomor 12 tahun 2005 mengenai konvensi Internasional tentang hak sipil dan politik.

Jadi semenjak peristiwa tergelincirnya lidah Pak Ahok, beliau yang menyebut keberadaan surat Almaidah 51 saat memberi pengarahan kepada nelayan mengenai program pemberdayaan budi daya ikan kerapu di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Publik di Indonesia (harus) akrab dengan kemunculan produk bela Islam berjilid-jilid. Entah itu sebagai peserta, simpatisan, pencari keuntungan bahkan sekedar menjadikan bahakn tertawaan. Agen bandarq

Tentu dalam tiap fenomena demonstrasi umat Islam tersebut, masyarakat berhak menilai sebagai apa saja sesuai dengan kacamata yang digunakannya. Akan tetapi sepanjang peristiwa aksi-aksi yang telah terjadi, adanya beberapa fakta di lapangan yang tidak sesuai dengan jargon yang mereka dengung-dengungkan seperti: Aksi bela Islam damai, super damai, aksi simpatik, dan yang hari ini baru dilaksanakan yakni aksi bela Islam kawal Independentsi Hakim.

Terlihat aneh dan lucu kalau kita dapat melihat jelas mereka sejak awal sampai saat ini mempertontonkan fakta yang terbalik / inkonsistensi dari jargon yang diusung. Topic'ers ingin tau inkonsistensi apa saja yang telah mereka lakukan selama perstiwa bela islam dari awal mulai? mari simak sama-sama.

1. Bela Islam pada tanggal 14 Oktober 2016 lalu di depan Balai kota, menyebut aksi damai tetapi pimpinan FPI Rizieg Shihab sebegai komando mengancam akan melakukan aski yang lebih besar lagi skalanya jika tuntutan mereka supaya Ahok ditangkap tidak di respon. Mereka memberi waktu tiga minggu kepda pemerintah untuk menanggapi. Dalam kejadian demo tersebut, banyak terjadi kerusakan taman-taman akibat terinjak-injak peserta unjuk rasa.

2. Aksi damai bela Islam selanjutnya terjadi orasi-orasi yang memprovokasi massa dan juga pemaksaan kehendak oleh para orator di atas mobil komando, sampai pada akhirnya kerusuhan di depan istana presiden tidak bisa dihindari lagi, itu masih ditambah lagi dengan peristiwa penjarahan sebuah mini market di jalan Bandengan jakarta - Utara. Bandarq online

3. Aksi Super damai lainnya yang cukup fenomenal, yakni aksi 212 pada tanggal 2 Desember 2016, Sebab hanya melakukan ibadah sholat Jum'at bersama di lapangan Monas yang mereka klaim pesertanya mencapai  tujuh juta peserta. Walaupun banyak juga para ahli yang menganalisa bahwa jumlahnya mustahil seperti itu. Salah satu ulasan yang banyak dibahas yakni sebuah blog yang dobiat oleh mahasiswa doktoral asal Indonesia yang bersekolah di Universitas Oxford, Inggris, Muhhamad Firmansyah. Dengan perhitungan matematis, ia bidang fisika ini menghitung luasan jalan dari kawasan Tugu Tani, Monas, sampai jalan Thamrin dan memprediksi berapa perserta demonstran yang dapat muat dalam luasan itu.

4. Sampai di aksi bela Islam yang berangka 505 ini mereka masih mengusung jargon aksi simpatik mengawal Independensi Hakim dalam menjatuhkan Vonis Ahok pada tanggal 9 mei nanti. Akan tetapi apa benar aksi mereka hanya sebatas mengawal? Tidak ada unsur Intervensi? Lalu bagaimana  dengan teriakan-teriakan dari peserta aksi yang menuntut Ahok supaya diganjar hukuman seminimalnya 5 tahun?

Juga sikap keras yang ditunjukkan oleh seorang Neno Warisman, mantan artis tahun delapan puluhan yang menjadi aktifis penentang Ahok yang mendesak hakim untuk menjatuhkan hukuman sebesar-besarnya, Belum lagi kecurigaan yang diperlihatkan pegiat aksi bela Islam berusia sepuh, Amien Rais yang mengatakan  bahwa "JPU (jaksa penuntut umum) mungkin saja disuruh Jaksa Agung. Jaksa Agung mungkin saja disuruh yang diatasnya lagi, saya kira jangan main-main. Kalau main-main, bisa bahaya," Lalu mantan ketua PAN itu berkata kembali dengan nada seperti mengancam "Kalau yang satu ini bebas saya kira negara, Presiden Jokowi dalam hal ini, lakuka perlakuan istimewa kepada Ahok, Jika rakyat marah jangan disalahkan.

5. Bela Islam 505 tidak melakukan longmarch, mereka hanyalah ibadah . berdoa saja di masjid Istiqal sesuai sholat Jum'at. Yang berangkat ke Mahkamah Agung untuk menyampaikan supaya hakim berlaku adil dalam Vonis Ahok nanti hanya beberapa orang perwakilan saja. Akan tetapi kenyataanya, seperti terbongkar oleh beberapa media mainstream, ribuan peserta aksi bergerak menuju gedung Mahkamah Agung (MA). Situs bandarq

Nah.. Seperti itulah beberapa fakta kebalikan yang terlihat jelas dari peristiwa aksi-aksi bela islam, Akan tetapi ada hal yang sekiranya cukup mengejutkan yaitu kabarnya peserta aksi 505 ini menerima apapun hasil yang keputusan sidang Ahok. Baik keputusan yang mereka rasa memuaskan (Ahok diberikan hukuman minmal lima tahun) maupun keputusan yang jauh dari keinginan mereka. Misalnya Ahok telah dinyatakan bebas, atau dihukum sesuai tuntutan jaksa. Salam Topic!

Sumber : Seword.com

Baca Juga :
→ Kali Kedua, Jusuf Kalla Akhirnya Menampakkan Siapa Dirinya Yang Sebenarnya

Ratusan Karangan Bunga Tampak Membanjiri Area Depan Markas Besar Mabes Polri, "Pak Tito, Selamatkan NKRI Berantas Radikalisme!!!"
Previous
Next Post »
Comments
nama 0 Comments