Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Bubarkan HTI, Pemerintah Mengambil Langkah Tepat dan Tegas Namun Bagaimana Dengan FPI?


Dailytopic - Sehabis Reformasi menjadi era keemasan bagi kebebasan demokrasi di Negara Indonesia. Kemudahan dalam berdemokrasi menjadi lahan subur tumbuhnya organisasi Islam radikal. Setelah berpuluh tahun hak-haknnya di belenggu oleh pemerintahan Orde Baru, sekarang waktunya bagi mereka utuk narsis ditengah masyarakat, mengingat hak-hak dalam mendirikan organisasi sangat dibatasi dan harus mengikuti peraturan pemerintah kala itu.

Pemerintah yang menjadi pemegang kendali untuk setiap organisasi yang berdiri di Indonesia. Mungkin inilah yang membuat organisasi Islam radikal sulit masuk ke Indonesia dimasa Orde Baru. Seiring berjalannya waktu, kebebasan ini dimanfaatkan oleh beberapa kelompok untuk membangun organisasi yang tidak sejalan dengan Pancasila atau bisa dibilang bertentangan dengan Pancasila. Salah satu nya yakni Organisasi HTI (Hizbut Tahrir Indonesia).

Sejak awalnya berdiri, HTI ini dikenal sebagai Organisasi Islam dengan paham radikalisme. Pertama kemunculan HTI bukan masalah penting bagi Indonesia, sehingga pemerintah pun memberikan legtimitasi hukum tentang keberadaannya. Akan tetapi pendukungnya yang jadi semakin hari semakin banyak, hal ini menjadi masalah serius bagi pemerintah, mengingat sejumlah kegiatan yang dilakukan sering menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat.

Pemahaman yang berlainan dengan Pncasila dan cenderung memecah belah persatuan umat, menjadikan organisasi tersebut terlarang dan sering mendapat penolakan dari masyarakat. Apabila ini terus dibiarkan, malah akan semakin menambah citra buruk islam di Negara Indonesia yang sering dikait-kaitkan dengan terorisme. Sebagaimana kita tahu, paham Islam radikal sangat tidak pantas diterapkan di Indonesia, mengingat kultur penduduknya yang beragam.

Radikalisme agama yang dilakukan dari gerakan Islam garis keras dapat ditelusuri lebih lanjut. Gerakan ini telah muncul pada era Kemerdekaan Indonesia, ditambah bisa dibilang menjadi akar gerakan Islam garis keras era reformasi. Gerakan tersebut merupakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) dan Negara Islam Indonesia (NII) yang hadir di masa 1950-an (Lebih tepat nya 1949).

Darul Islam atau NII berawal di Aceh, Makassar, Jawa Barat. geriakan ini disatukan oleh visi dan misi untuk menjadikan syariat sebagai dasar negara Indonesia. Gerakan DI ini terhenti sesudah semua pimpinannya terbunuh pada awal 1960-an. Sungguh demikian, bukan berarti gerakan seperti ini hilang dari Indonesia. Di awal tahun 1970-an dan 1980-an gerkaan Islam garis keras muncul kembali, seperti Komando Jihad, Ali Imron, kasus Talangsari oleh Warsidi dan Teror Warman di provinsi Lampung untuk membangun Negara Islam, dan lain sebagainya.

Pertamanya, alasan utama dari radikalisme agama atau gerakan-gerakan Islam garis Keras itu yakni dilatarbelakangi oleh politik lokal dari ketidakpuasan politik, keterpinggiran politik dan lain-lain. Akan tetapi sesudah terciptanya gerakan tersebut, agama walaupun pada awalnya sebagai penyebabnya, lalu menjadi faktor legitimasi maupun perekat yang sangat penting untuk gerakan islam garis keras.

Radikalisme agama yang dilakukan oleh sekemlompok muslim tidak bisa dijadikan alasan untuk emnjadikan Islam sebagai biang radikalisme. Yang tntu, radikalisme berpotensi menjadi bencana besar bagi masa depan peradaban manusia. Agen bandarq

Gerakan radikalisme ini berawal hadir sebagai bentuk perlawanan kepada komunisme di Indonesia. Lain itu, perlawanan mereka terhadap penerapan Pancasila sebagai asa tunggal dalam politik. Bagi kaum radikalis agama sistem demokrasi pacasila ini dianggap haram hukumnya dan pemerintah di dalamnya merupakan seorang kafir toghut (istilah dari bahasa Arab merujuk kepada 'setan'), begitupun juga masyarakat sipil yang bukan termasuk golongan mreka. Maka dari itu bersama kelompoknya itu, kaum ini menggaungkan formalisasi syariah sebagai solusi dalam kehidupan bernegara.

Anggapan negara toghut dijadikan rujukan oleh mereka untuk melakukan perlawanan kepada pemerintahan Indonesia. Bagi mereka memfitnah ataupun menentang pemerintahan yang berlandaskan Ideologi Pancasila adalah halal hukumnya. jadi tidaklah heran, media-media yang beraliran islam garis keras, sangat masif menyerang pemerintahan dengan menghalalkan berbagai cara.

Lebih lanjut, dalam serangkaian demo yang sudah terjadi pada waktu pilkada DKI kemarin merupakan pintu masuk untuk mereka melancarkan aksinya. Walaupun yang paling menonjol perannya dalam aksi-aksi tersebut adalah Front Pembela Islam (FPI). akan tetapi tidak bisa dipungkiri HTI juga ikut masuk kedalamnya. Seperti yang kita ketahui, FPI dan HTI adalah organisasi Islam radikal dengan ideologi yang mirip.

Bila FPI lebih mengimplementasikan syariat Islam tanpa mendirikan negara Islam, berbeda lagi dengan HTI justru mau berdirinya negara Islam dengan melaksanakan kekhilafahannya. Seperti yang jkita ketahui, sistim khilafah di Timut Tengah sudah beralih menjadi sistim Demokrasi. hal tersebut ditengarai adanya benturan antara kelompok yang berujung perang saidara yang disebabkan sistim khilafah yang dipaksakan. Sampai negara-negara itu menjadi lahan subur untuk pelaku terorisme.

Tidak sedikit korban yang berjatuahn dalam upaya teror untuk membentuk negara Khilafah. Melihat besarnya efek buruk yang terjadi di Timur tengah menjadi pelajaran tersendiri bagi Negara Indonesia. Selama ini Indonesia dikenal sebagai negara berdemokrasi berbarengan negara Islam terbesar di Dunia yang relatif aman dan damai. Bandarq online

Untuk menghindari ancaman tersebut, pemerintah Indonesia dengan tegas akan menindak Ormas yang bertentangan dengan Pancasila. Dan salah satunya adalah HTI. Pemerintah memutuskan mengambil langkah untuk membubarkan dan melarang kegiatan yang dilakukan oleh oraganisasi HTI. Ormas tersebut dibubarkan sebab telah dianggap membahayakan NKRI. Melalui jumpa pers yang diwakili oleh Menkoplhukam Wiranto, pemerintah menyatakan siap untuk membubarkan HTI.

Dalam keputusan itu, terdapat 3 alasan pemerintah membubarkan ormas HTI

Pertama, sebagai organisasi berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran yang positf untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan-guna mencapai tujuan nasional.

Kedua, kegiatan yang dilakasanakn oeh HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, Azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 seperti yang sudah diatur oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun mengenai Ormas.

Ketiga, aktifitas yang dilakukan HTI dinilai telah menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI.

Langkah tegas yang dilakukan oleh pemerintah dapat disebutkan cukup berani, mengingat dipemerintahan sebelumnya Ormas islam radikal malah tumbuh subur. Pembubaran HTI akan berlanjut pada pembubaran ormas Islam radikal lainnya jika berani menentang Pancasila.

Selain HTI, FPI juga dianggap sebagai organisasi islam yang sering membuat kegaduhan dalam sejumlah aksinya. Akan tetapi FPI tidak berani secara transparan menyerukan berdirnya negara khilafah. Walaupun demikian pemerintah akan selalu mengontrol gerak-gerik FPI, jika tidak segera memperbaiki sikap. kemungkinan terbesar FPI akan mendapat perlakuan yang sama seperti HTI. Pemerintah tidak main-main dalam menyikapi persoalan ini, tinggal menuggu waktu dan tanggal mainnya. Situs bandarq

Langkah tersebut sekaligus mendapat tanggapan positid dari Pimpinan NU berserta kaum nahdliyin tanah air. Sebagai organisasi islam terbesar Indonesia, bagi NU NKRI merupakan harga mati. Pemerintah bersama NU dan masyarakat waras selalu siap memberantas setiap organisasi yang merongrong keutuhan Negeri sendiri. Salam Topic!

Sumber : Seword.com

Baca Juga : 
→ Sungguh Nasib FPI, Mereka Selalu Gagal Mendirikan FPI Di Kalimantan Barat Pontianak, Berikut Keterangan Nya

→ Anies - Sandi Bersiap Untuk Kecewa, Program Rumahnya Yang Tanpa DP Itu Tidak Akan Dapat Masuk APBD 2018

Previous
Next Post »
Comments
nama 0 Comments