Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Ratusan Karangan Bunga Tampak Membanjiri Area Depan Markas Besar Mabes Polri, "Pak Tito, Selamatkan NKRI Berantas Radikalisme!!!"


Dailytopic - Sampai saat ini karangan bunga yang dikirim dari pada pendukung Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat sebagai tanda ungkapan keprihatinan atas kalahnya idolanya dalam Pilgub DKI 2017. Tidak henti-hentinya hingga karangan bunga yang dikirim membanjirii seluruh lokasi balai kota. Dengan karangan bunga, mereka menaruh harapan kepada Ahok-Djarot untuk tetap mengabdi apabila nanti terpilih kembali menjadi pemimpin ditempat yang berbeda.

Kalahnya Ahok - Djarot semakin memperlihatkan, bila sebagian besar rakyat Jakarta hanyalah memandang sebelah mata atas semua pengorbanan yang dilakukannya selama beliau menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Benar-benar persoalan yang tidak adil, Ahok dikalahkan oleh kecurangan-kecurangan yang dibangun secara massal. Syahwat politik telah mengalahkan naluri berpikir sehat, sampai hal yang tidak masuk di akal justru dianggap rill.

Walaupun pesta demokrasi telah selesai, hawanya masih panas sampai saat ini. Sejak kemenangan Anies - Sandi, kaum intoleran berlomba-lomba menunjukkan cakar, bahkan mereka secara transparan menyebarkan paham radikalnya. Bukan hanya dengan ceramah-ceramah keagamaan, mereka juga mulai masuk ke sekolah-sekolah yang seharusnya menjadi lokasi untuk menimba ilmu. Hal seperti ini benar-benar sangat membahayakan jika terus dibiarkan, ujaran kebencian yang ditanamkan malah bisa merupsak kebhinekaan.

Negara kita tercinta ini merupakan negara beradab. negara yang majemuk, dan sangat menghargai segala perbedaan. Sikap intoleran bukanlah sikap dasar dari masyarakat Indonesia. Ada yang sengaja mengusik persatuan dan kesatuan negara kita ini demi ambisi dan tujuan. Mereka harap Indonesia hancur dengan cara mengadu domba sesama bangsanya sendiri. Agen bandarq

Yang perlu digaris bawahi, jika ada yang intoleran maka berarti itu bukan budaya masyarakat Indonesia. Ada yang dengan sengaja membiarkan masuknya budaya intoleran, melalui ormas-ormas radikal. Salah satunya yakni HTI, seperti yang kita ketahui HTI merupakan organisasi terlarang di negara asalnya. Merasa tidak mendapatkan lokasi untuk berkembang, mereka memulai masuk ke negara-negara yang menganut mengerti demokrasi, salah satunya ialah Indonesia.

Baca Juga : 
Pihak Kepolisian Telah Menyita Handphone Habib Rizieq, Kasus Rizieq dan Firza Sudah Mau Terbongkar?

Tujuan utama masuknya HTI ke negara Indonesia yakni untuk mengkhilafkan Indonesia. Sedangkan sistim pemerintahan khilafah di negara-negara timur tengah sudah lama meti sebab dianggap sebagai pemicu perang saudara. Di Indonesia sendiri, HTI tidak mengantongi ijin sebagai organisasi yang syah di mata pemerintahan, maka tidak heran mereka melakukan aksinya secara diam-diam.

Telah tercatan Jabar merupakan ladang subur bagi HTI, mengingat KS adalah partai politik yang paling berkuasa disana. Seperti yang kita ketahui, PKS merupakan partai Islam yang pro terhadap paham radikal. Sehingga besar kemungkinan nya, tumbuhnya HTI di Indonesia tidak lepas dari campur tangan PKS. Bagi HTI itu sendiri, Indonesia dan seisinya adalah toghut, dalam pemahaman mereka, mendzolimi atau memfitnah persoalan-persoalan yang toghut halal hukumnya.

Ini merupakan ujian yang berat bagi bangsa Indonesia, dikhawatirkan politik agam juga dimainkan di wilayah lain Indonesia, ingat begitu efektifnya politik SARA yang berhasil digunakan untuk menumbangkan Ahok. Fenomena Pilgub DKI Jakarta menjadi ancaman bagi kaum minoritas tempat lain. Bila paham radikal dibiarkan tumbuh subur, hak-hak kaum minoritas akan terenggut dengan sangat mudahnya. Bandarq online

"Orang kafir tidak boleh memimpin, keturunan cina tidak boleh memimpin, mata siput tidak boleh memimpin dan lain-lain."

Kemungkinan seperti itulah ujaran dari para mulut-mulut mereka yang tidak menghargai perbedaan. Lebih jauh dari itu, dukungan yang diberikan kepada polri sebagai bentuk keprihatinan masyarakat yang masih waras pola pikirnya. Masyarajat sangat amat berharap kepada polri yang berdiri digarda paling depan atas keamanan Indonesia. Polri sangat wajib kita dukung untuk memerangi paham radikalisme sebelum menular keseluruh daerah,. Ratusan karangan bunga yang berjajar di depan Mabes Polri sebagai bentuk kepedulian masyarakat waras terhadap keutuhan NKRI. Masyarakat cukup yakin dan percaya kepada Kapolri jendral Tito Karnavian dapat mengatasi masalah ini.


Pak Tito juga berterima kasih bagi rakyat yang mengirimkan karangan bunga ke Markas Besar Polri, Jakarta. Beliau menganggap kiriman tersebut sebagai bentuk dukungan kepada Polri dalam menjalankan tugas nya.

"Dukungan kepada Polri untuk melakukan tindakan yang tegas kepada kelompok-kelompok yang intoleran, kelompok-kelompok yang kira-kira bisa mengganggu NKRI," Ucap Tito di kompleks Mabes Polri, Jakarta hari Rabu (/5/2017).


Kata Tito Karnavian, dukungan tersebut membuat polri menjadi lebih termotivasi dalam menindak kelompok-kelompok dan anti pancasila yang meresahkan masyarakat. Tanggapan senada disampaikan kepada Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto.

Karangan tersebut, menurutnya, menunjukkan kepedulian masyarakat atas kondisi yang tengah terjadi di negara kita tercinta Indonesia.

Baca Juga :
Kolaborasi Antara Para Buruh Dan Partai Gerindra Untuk Melawan Karangan Bunga, Hubungan nya Apa?

"Kita positif thinking sambil apresiasi, jadi masyarakat itu peduli terhadap kondisi agama republik Indonesia," ucap Rikwanto.

Sekitar 200 karangan bunga terlihat berjajar memagari Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu pagi. Isi karangan bunga tersebut rata-rata berupa dukungan kepada Presiden, Polri, dan TNI serta ucapan terima kasih. Situs bandarq

Salah satu karangan bunga yang dikirim oleh Ibu-ibu pecinta NKRI yang bertuliskan "Kami mendukung Presiden, TNI, Dan Polri menegakkan pancasila NKRI."

Lalu, ada lagi karangan buga yang bertuliskan "Selamatkan NKRI Berantas Radikalisme!!!!!! Bergerak Cusssss!!!."

Ada juga karangan bunga lainnya yang bertuliskan "Pak Kapolri, kami dukung bapak meyapu bersih kaum intoleran yang ingin merubuhkan tiang pancasila dan NKRI."

Deretan dukunngan tersebut sekaligus menjadi angin besar bagi Pak Tito. Tito merasa bahwa masih banyak masyarakat waras yang menghargai kinerjanya selama ini. Selamat berjuang Pak Tito Karnavian, jangan pernah menyerah, Beliau akan selalu didukung demi keutuhan NKRI. Sebab NKRI adalah harga mati, Salam Topic!

Sumber : Seword.com

Previous
Next Post »
Comments
nama 0 Comments