Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Sungguh Kejam! Anies Baswedan Akan Memecat Pejabat-Pejabat DKI Jakarta Yang Terlibat Mendukung Ahok


Dailytopic - Bermula dari pernyataan kontrobersial Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang juga Wakil Ketua DPRD DKI, Mohamad Taufik, Saat ini beredar isu yang sangat marak dan membuat resah para pejabat DKI Jakarta.

Pasalnya, Gubernur terpilih, Anies Baswedan, dikatakan akan melakukan aksi pepmbersihan besar-besaran di kalangan PNS sesudah ditinggalkan oleh Pak Ahok nanti. Anies dikatakan mencabut orang-orang yang diduga terlibat untuk kemenangan Ahok - Djarot.

Ahok akan mendengar keresahan di kalangan pegawai pemprov pun lantas menenangkan mereka dan terus untuk memotivasi para pejabat supaya tetap bekerja sebaik-baiknya dalam melayani rakyat. Ahok tidak mau semangat revolusi mental, anti krupsi, dan melayani dengan hati yang sussah payah dibangun menjadi hilang sebab ulah dari orang yang asal-asal berbicara.

Awal Mula Isu •


Isu yang terus dikeluarkan dari kubu Anies - Sandi ini berawal dari pernyataan Mohamad Taufik, pejabat pemprov DKI, menurutnya harus ada satu visi dengan Anies- Sandi, dan yang tidak satu visi dan misi akan diganti secepatnya pada bulan Oktober Nanti. taufik menyampaikan hal itu sesudah Anies- Sandi dinyatakan menang pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga.

"Pasti lah, Masa enggak," ucap Taufik di Posko Anies - Sandi di jalan Jalan Curug, Jakarta Pusat, Selasa (25/04/2017).

Hal tersebut dipertegas kembali olehnya saat ditanyakan di Posko Anies - Sandi. Saat itu Taufik ditanyakan menganai kemungkinan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta akan diganti, Taufik mengatakan.

"Saefullah enggak yakin kita (Anies - Sandi) menang, Kalau tahu Engga yakin kita menang, bagaimana (Dapat dipertahankan)?" Tutur Taufik sambil tertawa.

Baca Juga : 
Prabowo: Tindak Tegas Kepada Ahok Jika Ia Tidak Buka Password APBD Untuk Anies, Apa Ini Ancaman?

Kakak kandung tersangka korupsi M Sanusi itu memastikan, ia akan membicarakan persoalan ini dengan Anies - Sandi. Karena, perombakan ini dinilainya penting untuk menndukung program Anies - Sandi pada tahun 2018.

"Kata Anies kan ini gerakan, agar di dalam sama gerakannya, (SKPD) harius tau visi," ucap Taufik.

Sementara itu jajaran walikota pun beredar isu yang serupa, para walikota yang diusulkan untuk dipecat yakni Walikota jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat. Sedangkan Walikota Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu, Taufik masih memberikan kesempatan. Dirinya berlum melihat adanya indikasi keterlibatan mereka di Pilkada Jakarta. Agen bandarq

Ketua DPD Parati Gerindra DKI Jakarta itu mengatakan kalau ia melihat adanya keterlibatan empat Wali kota itu, terlihat untuk kemenangan Ahok - Djarot. Akan tetapi Taufik tidak merinci keterlibatannya yang dimaksudkan itu seperti apa.

Ahok: "Tenang aja, Jabatan itu Tuhan yang kasih." •


Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, hari Kamis (27/04/2017), mengatakan kepada wartawan, ada regulasi yang mengatur Gubernur terpilih dapat mengganti pejabat, Setelah menjabat selama eanm bulan. Hal tersebut juga berlaku apabila Anies - Sandi misalnya ada rencana megganti Saefullah dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta. Mereka diharuskan meminta izin kepda Menteri Dalam Negeri dan Presiden terlebih dahulu. "Atas Seizin Mendagri," ucap Ahok.

Berdasarkan dari Undang-Undang, sekretaris daerah provinsi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atau usulan Gubernur. Penggantian pejabat eselon I seperti sekda harus melalui rapat pemerintah pusat. Bandarq online

Akan tetapi Gubernur DKI Jakarta Saat ini Basuki Tjahaja Purnama juga memastikan pergantian pehabat yakni hal yang dimiliki setiap kepala daerah, termasuk Anies Baswedan dan Sandiaga Uno juga pernah merombak jajaran pejabat DKI sesudah mereka nanti pada bulan Oktober resmi dilantik.

Pada kesempatan berikutnya, Gubernur DKI Pak Ahok juga meyampaikan kalimat penyemangat untuk para pejabat DKI Jakarta di sela acara penandatanganan perjanjian kerjasama input data dalam pendaftaran peserta jaminan kesehatan di kelurahan Se-wilayah provinsi DKI Jakarta di balairung, Balai Kota DKI Jakarta, hari Jumat (28/04/201).

Baca Juga : 
Anies Menginginkan Ahok Meyelesaikan Persiapan Asian Games 2018 Sebelum Dirinya Menjabat, Situ Tak Sanggup?

"Kelompok sana sudah bilang, camat yang engga pro mereka mau diganti, wali kota mau diganti, lurah mau ganti," Ucap Ahok.

Pak Ahok meminta Camat dan Lurah yang hadir pada cara tersebut untuk tidak khawatir. Pasalnya, lanjut dia, seseorang mendapat atau kehilangan jabatan atas kehndak Tuhan. Lalu Ahok juga meminta pada pejabat DKI Jakarta untuk bekerja sebaik mungkin melayani warga jakarta.

" Tenang aja, jabatan itu Tuhan yang kasih. Sekarang jadi pejabat duduk-duduk saja dapat (gaji) Rp 13 juta. Jadi staf santai saja, sudah lumayan (gajinya)," Ucap Ahok, seraya tertawa.

Akan tetapi gaji itu diharapakan setara dengan baiknya kinerja pejabat atau pegawai negeri sipil yang bersangkutan. Situs bandarq

" Kalau Engga benar, dipecat Komisi ASN. Baru tau. Ini penting," tutur Ahok.

Semoga mudah-mudahan dengan hasil kerja yang maksimal, Anies dan Sandi tidak mempunyai alasan untuk mencabut jabatan yang sudah benar dan baik, seperti halnya Anies Baswedan "memecat" Pak Ahok dari jabatan Gubernur walaupun tingkat kepuasannya tinggi. Andaipun dicopot, semoga saja digantikan dengan yang lebih baik lagi. Bukan dikarenakan alasan-alasan klise layaknya tidak pro ditambah lagi karena tidak seagama. Salm Topic!

Sumber : Seword.com

Previous
Next Post »
Comments
nama 0 Comments