Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Bachtiar Nasir Membicarakan Mengenai Kesenjangan Sosial, Etnis, Dan Agama


Dailytopic - Terdapat sebuah berita yang menarik, dimuar oleh Reuters.com yaitu pernyataan dari Bachtiar Nasir. Dirinya berbicara telah menetapkan strategi untuk sebuah kampanye baru dengan membawa isu ketidaksetaraan ekonomi dan investasi asing. Fatalnya persoalan tersebut dikaitkan dengan etnis seseorang.

Bachtiar Nasir berbicara bahwa kakayaan minoritas etnis Tionghua di Negara Indonesia merupakan sebuah masalah dan menganjurkan sebuah program tindakan afirmatif untuk orang pribumi.

"Kelihatannya mereka tidak menjadi lebihmurah hati dan adil," ucap Nasir merujuk kepada orang-orang Indonesia Tionghua, dalam wawancara di sebuah pusat Islam di kota Jakarta Selatan, "Itu masalah terbesar."

Populasi Etnis Tionghua di Indonesia jumlahnya kurang dari 5 persen populasi akan tetapi mereka mengendailan banyak perekonomian negara dan daftar konglomerat di Indonesia kebanyakan dari etnis tersebut. Nasir juga berbicara bahwa investasi asing, khususnya investasi dari Negara China, belum membantu masyarakat Indonesia pada umumnya.

"Pekerjaan kami selanjutnya yakni kedaulatan ekonomi, ketidaksetaraan ekonomi, Negara harus bisa memastikan bahwa pihaknya tidak menjual Indonesia ke orang asing, terkhususnya China,"

Di sudut lain Republika.com pernah memuat pernyataan dari Jusuf Kalla berbahayanya kesenjangan kemiskinan di Indonesia disebabkan berbeda agama. Kebetulan sekali! Kebetulan yang aneh dan ajaib, Nasir berkata isu mengenai Cina kaya dan JK membawa seintemen agama.


"Kesenjangan di Negara Indonesia cukup berbahaya jika dibandingkan dengan negara lain. Di Thailand yang kaya dan miskin sama agamanya. Di Filipina jug serupa, baik kaya maupun miskin mempunyai agama yang sama. Sementara di Negara kita Indonesia yang kaya dan miskin berbeda agama," ucap Wakil Presiden M Jusuf Kalla ketika menurut sidang tanwir Muhammadiyah di Ambon, 26 Februari 2017.

JK menjelaskan di Indonesia sebagian besar orang yang kaya yakni warga yang keturunan beragama Khonghuchu maupun Kristen. Sedangkan orang yang miskin sebagian besar Islam dan ada juga yang Kristen. "Ini sanghat berbahaya, Oleh karena itu kita harus berusaha bersama untuk mengatasi persoalan ini," Agen bandarq

Pak JK, Anda berbicara mengenai kesenjangan ekonomi sambil membawa-bawa masalah agama apakah Anda lupa JK kalau Anda, Kita dan banyak lagi penduduk di Indonesia beragama islam harta kekayaannya saja jauh sekali perbedaannya dengan yang Anda punya. Harta dan tetangga kita yang sama-sama Islam satu kecamatan saja belum dapat mengalahkan punyamu.

Lucunya Ketum PP Muhammadiyah Haedar Natsir malah menganugrahkan perhargaan ke JK sebagai Bapak Perdamaian dan Kebhinnekaan. Iya sesudah malah JK berkata sesuatu yang sangatn rentan sekali merusak nilai Kebhinnekaan.

Tidak tahu entah ada skenario apalagi yang sekarnag ini sedang dikembangkan oleh kelompok kau-tau-siapa. Sesudah kemarin membawa isu agama di Pilkada Jakarta, kali ini kelihatannya ada Grand Design yang mau memecah persatuan dan kesatuan bangsa serta memancing kembali kerusuhan dengan mengompori kalangan menengah ke bawah dengan isu agama dan ekonomi. Lucu mungkin mereka kelupaan siapa James Riady, HT, Hashin Djojohadikusumo, ddknya. Non-Muslim, konglomerat, ada yang keturunan Tionghua dan berada sau perahu dengan mereka. Apakah menurut Nasir mereka tidak mudah hati dan adil? Apa menurut dari Pak JK mereka berbahaya?

Greg Fealy, pakar kelompok Islam Indonesia daru Universitas Nasional Australia, berbicara bahwa GNPF sedang mengembangkan sebuah agenda Nasional sesudah pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

"Mereka mencoba memanfaatkan gerakan tersebut untuk menghubungkan agenda Islam dengan ketidaksetaraan. Hal tersebut pada dasarnya, menargetkan orang-orang non-muslim China," ucapnya. "Ini merupakan bagian dari pertmuan bernada menjelang 2019."

Kunci dari semua gonjang-ganjing bangsa akhir-akhir ini merupakan masalah uang dan kekuasaan. Banyak yang merasa sejak Jokowi berkuasa susah untuk memainkan proyek dan mendapatkan ceperan. Terdapat juga yang dasarnya masih mempunyai ambisi pribadi beroleh kekuasaan atau jabatan dan belum keturutan. Bandarq online

Kini ingin mengayakan umat islam tolong ingatkan ulama yang bermewah-mewah dengan Rubicon, motor gede, sampai rumah miliaran rupiah. Ingatkan mereka agr lebih fokus memberdayakan umat. Sebenarnya Jokowi itu sudah memberika kunci terbaik untuk jadi kaya yaitu "kerja!kerja!kerja!". Bukan disebabkan suatu etnis maupun agamanya seseorang kemudian mejadi kaya, namun mau tidaknya dirinya bekerja keras

Sekarang bagaimana kita ingin kaya kalai bukannya kerja tapi malah sibuk ikut aksi bela agama, bisnis dan investasi lesu sebab banyak yang ragu dengan penegakan hukum atau situasi keamanan di Negara Indonesia, belum lagi ormas tertentu yang hobi memalak pengusaha.

Mengenai kerja sama asing, ingatlah kalau Indonesia terbuka dengan siapa saja. Apakah Arab Saudi yang menginvestasikan uang lebih besar di China daripada di Indonesia artinya mereka antek China? Ada keperntingan dari negara mana sih yang sedang kalian lindungi sebetulnya? Sebab Pak Jokowi tegas soal Freeport Indonesia?

Sesudah menggempur masjid dengan isu penistaan agama, kelihatannya sebentar lagi akan berganti dengan kriminalisasi ulama dan kesenjangan sosial berdasarkan suku dan agama. Tujuan terakhirnya apa? kerusuhan dan penjarahan seperti 1998? jika Negara rusuh apa yang mau dilakukan? Memaksa Pak Jokowi mundur? kemudian siapa yang naik menggantikan? silahkan teman-teman Topic'ers jawab sendiri

Cukup sudah kita ini jangan mau dibodohi oleh orang-orang yang mengadu domba seperti itu. Tambah lagi selama mereka saja masih berkawan dengan yang mereka sebuat kaya namun beda Iman dan beda agama. Artinya ucapan mereka sendiri kontradiktif. Lebih fatal lagi jika mereka merupakan pencipta kedenjangan itu sendiri. Situs bandarq

Kita semua harus bisa solid mendukung Pak jokowi dan menjaga NKRI dari orang-orang uang mau mengacau. Kita tidak dapat lagi diam dan harus mulai berani berbicara dan menujukkan kesolidan dan kekuatan kita untuk membela NKRI dan orang-orang baik di dalamnya. Akan tetapi iungat, waspadahal dengan provokasi dan kendalikanlah emosi.

Salam Topic!

Sumber : Seword.com

Baca Juga :
Mantan Presiden RI-3 BJ Habibie Akan Menyerahkan Dokumen Peristiwa Mei 1998 Kepada Pak Jokowi?

Para Pendukung Ahok Tuntut Rizieg Segera Ditangkap, Dirinya Malah Enggan Kembali Ke Indonesia, Situ Jantan?

Previous
Next Post »
Comments
nama 1 Comments

1 comments:

Write comments