Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Fix! Anies Baswedan Revisi Pergub Ahok - Dajrot Tentang Penggunaan Kawasan Monas, Selengkapnya


Jakarta - Gubernur DKI Jakarta sekarang ini, Anies Baswedan sudah membuka kembali kawasan Monas (Monumen Nasional) untuk berbagai aktifitas kegiatan masyarakat, seperti pendidikan, sosial, budaya, dan keagamaan.

Hal tersebut ditandai dengan dibuatnya Pergub No.186 Tahun 2017 mengenai Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 160 Tahun 2017 Mengenai Penglolaan Kawasan Monumen Nasional.

"Dengan adanya Pergub No.186 Tahun 2017 ini. Monas bisa kembali digunakan untuk kegiatan masyarakat dan pada akhirnya mendapat kepastian hukum. Kami mau supaya masyarakat dapat memanfaatkan dengan optimal dan kembali nyaman berkegiatan di Monas," ucap Anies di Jakarta, hari Minggu (26/11/2017).

Dijelaskan, terdapat beberapa pasal yang diubah, Seperti contoh pasal 10 yang menjadi inti dari pergub 168 tahun 2017 itu. Pada poin b, dikatakan jika kawasan Monas bisa digunakan untuk acara yang bertujuan untuk kepentingan negara, pendidikan, sosial, budaya, dan agama.

Sebelumnya di pasal 10 Pergub 160 tahun 2017, juga di poin b, peruntukkan Monas dituliskan hanya untuk kepentingan negar. Tanpa ada penyebutan peruntukan pada sektor pendidikan, sosial, budaya, dan agama. Bandar poker terpercaya

lain itu, terdapat beberapa aturan yang ditambah di Pergub 186 tahun 2017. Salah satunya merupakan pasal 6 yang menyebutkan bahwa kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar harus seizin Gubernur berdasar pada rekomendasi sebuah tim.

Tim itu yang kedepannya akan menilai dan memberikan rekomendasi apakah ulasan kegiatan tersebut diperbolehkan dilakukan di Monas atau tidak. Tim tersebut beranggotakan dari gabungan SKPD terkait, sekretairat Negara, Polda metro Jaya, Pangdam Jaya, tokoh masyarakat dan Instansi lainnya.

"Mereka di tim ini yang melakukan penilaian kelayakan sebuah usulan kegiatan yang akan menggunakan kawasan Monas, lalu tim ini akan memberikan rekomendasi kepada Gubernur apakah diberi izin atau tidak," kata Anies.

Seperti yang diketahui, larangan kegiatan komersil di Monas didasarkan pada keputusan Presiden Nomor 25 tahun 1995 mengenai Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di wilayah DKI Jakarta termasuk juga Monas. Aturan itu dibuat turunannya berupa Surat Keputusan Gubernur DKI jakarta Nomor 14 Tahun 2004.  Bandar poker online

Pada kepemimpinan Gubernur sebeum yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, terbit prosedur pemanfaatan area Monas Nomor 8 Tahun 2015, lalu disempurnakan oleh Wakil Gubernur sebelumnya yakni Djarot Saiful Hidayat pada tanggal 13 Oktober 2017 melalui Pergub Nomor 160 Tahun 2017 Mengenai Pengelolaan Kawasan Monumen Nasional.

Didalam aturan tersebut, Monas hanya diperuntukkan bagi kawasan white area yaitu tidak ada reklame, sponsor, spanduk bersifat komersil. Monas juga sebagai ruang publik, acara kenegaraan dan cagar budaya. Agen bandarq

Salam Topic!
Sumber: NetralNews

Baca Juga Artikel Berita lainnya :
→ Pengacara Setya Novanto Dilaporkan Ke KPK,Fredrich Yunadi: Yang Ngelapor Saya Sarankan Untuk Sekolah

Sejumlah Anggaran Jadi Pertanyaan, Sandiaga: Bukan Saya, Itu Kan Rezim Ahok-Djarot. Selengkapnya



Website Agen Kartu Online Aman & Terpercaya Saat Ini

Promo GoldenQQ Saat Ini :
1. Bonus Rollingan 0.3% up to 0,5&
2. Bonus Referral 15% 
3. Min Depo & WD Sangat Terjangkau Rp. 20,000

7 Games Dalam 1 User ID :
Bandar Poker | Poker | Adu-Q | Bandar-Q | Domino99 | Capsa Susun | Sakong

Disupport Oleh :
1. LiveChat 24 Jam Online
2.Customer Service Yang Ramah
3. Support 5 Bank Ternama dan Terbesar Di Indonesia
4. Proses Depo & WD Cepat
5. Setiap Hari Tersedia Ribuan Meja & Member / Player Yang Bermain
6. 100% NO ROBO / ADMIN

Untuk Info Bonus Lebih Lengkap Silahkan Hubungi Customer Service Kami Di :
LiveChat : www.GOLDENQQ.org
BBM : 2BE6505E
HP : +85516789420
WECHAT : GOLDENQQ1
SKYPE : GOLDENQQ1
FANSPAGE : GOLDENQQ1
YM : GOLDENQQ1@YAHOO.COM

Previous
Next Post »
Comments
nama 0 Comments