Kumpulan berita terkini dari dalam Negeri maupun luar negeri, Berita seputar Artis, Berita Unik, Berita Kesehatan, Berita seputar Teknologi, dan lain-lain

Akibat Insiden Keracunan Tutut Untuk Warga Bogor Jadi Trauma


Bogor - Sejumlah warga yang menjadi korban keracunan makanan usia menyangap Tutut di Kampung Sawah, Kelursahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor utara, kota Bogor, Jawa Barat, mengaku trauma untuk memakan Tutut kembali.

Siti Dahlia (35) warga RT 01 /RW 07, yang ditemui hari Minggu (27/5/2018), diharuskan bermalam di Puskesmas Bogor Utara untuk menjaga suami dan anaknya yang dirawat akibat keracunan Tutut.

Dedi (40) dan Sahira (9), suami dan anak dari Siti ini terpaksa tidur di satu tempat tidur, dikarenakan kapasitas Puskesmas yang kelebihan daya tampung. Selain itu karena kondisi Dedi tidak separah Sahira yang mengalami panas tinggi. Bandar poker terpercaya

Menurut Siti, suami dan anaknya memakan Tutut yang dibeli di warung Mang juju dekat rumahnya. Tutut itu adalah titipan dari Buk Yayah di pembuat Tutut.

"Sudah rutin makan tutup setiap Ramadhan, hampir setiap hari, cuma baru kali ini kejadian, biasanya tidak pernah sampai seperti ini (Keracunan-red)," ucap Siti.

Terdapat lima pasien dirawat di ruang rawat inap Puskesmanas Bogor Utara, semuanya tetannga Siti. Mereka semua sama-sama mengkomsumsi tutut, ada yang membeli di hari Rabu, dan ada uuga yang membeli di hari Kamis.

Desi (29) yang merawat anaknnya Asyasia (10) serta keponakannya, mengaku Tutut yang dimakan ketika itu rasanya berbeda dari hari-hari sebelumnya.

"Kata keponakannya saya, Tutut yang dimakan bau." Ucap Desi meniru ucapan keponakannya.

Desi mengaku malam sebelum kejadian, dirinya smepat ditawari oleh Mang Juju untuk membeli Tutut yang belum habis terjual, tetapi ia menolak karena kurang suka makanan itu. Sedangkjan anaknya Asyasia rutin membeli setiap harinya. Bandar poker terpercaya

"kata orang-orang tututnya enak, tapi saya tidak suka," ucap Desi.

Menurut warga, Tutut adalah salah satu makanan favorit yang paling dicari setiap Ramadhan, sebab rasanya enak. Tutut diolah atau dimasak dengan gulai cair, dikomsumsi sebagai cemilan. Mang Juju dan Bu Yayah pedagang tutut yang sudah dikenal warga sekitar, setiapRamadan menyediakan tutu dan hidangan berbuka lainnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat menetapkan kasus keracunan massal yang dialami oleh warga Kelurahan Tanah baru, Kecamatan Bogor Utara selesai memakan tutut (keong sawah) sebagai kejadian luar biasa (KLB).

"Kejadiannya masih, penyebabnya diperkirakan sama dari makana tutut, kita tetapkan status KLB, yang terpenting semua korban diatasi semua," ucap Plt (Pelaksana Tugas) Wali Kota Bogor, Usmar Hariman, di Bogor, seperti dillansir dari Antara. Agen bandarq

usmar bersama Kepala Dinas Kesehatan kota Bogor, Rubaeah sudah meninjau warga yag mengalami keracunan. Tercatat terdapat 85 orang warga yang dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan mulai dari Puskesmas sampai Rumah Sakit.

Salam Topic!
Sumber: NetralNews

Baca Juga Artikel Berita Lainnya:
→ Inilah Jerome hamon, Kisah Pria dengan Tiga Wajah

Ini Dia Cara Membedakan Mana Jamu dan Obat Tradisional Menurut BPOM


Website Agen Kartu Online Aman & Terpercaya Saat Ini

Promo GoldenQQ Saat Ini :
1. Bonus Rollingan 0.3% up to 0,5&
2. Bonus Referral 15% 
3. Min Depo & WD Sangat Terjangkau Rp. 20,000

8 Games Dalam 1 User ID :
Bandar Poker | Poker | Adu-Q | Bandar-Q | Domino99 | Capsa Susun | Sakong | Bandar66 (NEW!)

Disupport Oleh :
1. LiveChat 24 Jam Online
2.Customer Service Yang Ramah
3. Support 5 Bank Ternama dan Terbesar Di Indonesia
4. Proses Depo & WD Cepat
5. Setiap Hari Tersedia Ribuan Meja & Member / Player Yang Bermain
6. 100% NO ROBOT / ADMIN

Untuk Info Bonus Lebih Lengkap Silahkan Hubngi Customer Service Kami Di :
LiveChat : WWW.GOLDENHOKI.COM
BBM : 2BE6505E
HP : +85516789420
WECHAT : GOLDENQQ1
SKYPE : GOLDENQQ1
FANSPAGE : GOLDENQQ1
YM : GOLDENQQ1@YAHOO.COM

Link Website: WWW.GOLDENHOKI.COM
WWW.GOLDENQQ.INFO
WWW.GOLDENQQ.VIP
WWW.GOLDENQQ.ONLINE
WWW.GOLDENQQ.CLUB

Previous
Next Post »
Comments
nama 0 Comments